Penimbunan BBM bisa Ganggu Distribusi hingga Risiko Sosial

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan karena dinilai tidak hanya mengganggu distribusi, tetapi juga berpotensi memicu efek berantai bagi masyarakat luas. 
 
Pegiat perlindungan konsumen Tulus Abadi menilai, persoalan ini harus dilihat sebagai ancaman serius terhadap stabilitas pasokan dan keadilan akses energi.
  Baca juga: Nggak Pakai Antre, Pertamina Hadirkan SPBU Modular di Jalur Mudik
Menurut Tulus, penimbunan BBM bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan tindakan yang bisa memperburuk kondisi pasar. 
 
Ketika pasokan tersendat akibat ulah oknum, masyarakat luas yang menjadi korban, terutama mereka yang sangat bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari.

Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang tidak berhenti pada pelaku lapangan. Aparat diminta mengusut jaringan di balik praktik tersebut, termasuk pihak-pihak yang diduga menjadi aktor utama atau memberikan perlindungan.
 
”Pelaku harus diproses hukum pidana. Selain itu, juga harus dicari beking-nya,” lanjut Tulus.
 
Selain penindakan, pengawasan di tingkat distribusi juga menjadi kunci. Tulus menyoroti peran petugas SPBU yang perlu lebih waspada terhadap pola pembelian yang tidak wajar, seperti pengisian berulang dengan kapasitas mencurigakan. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, sanksi tegas dinilai perlu diterapkan, termasuk terhadap oknum yang terlibat.
 
”Bahkan perlu sanksi tegas jika ada oknum yang bekerja sama,” jelas Tulus. 
 
Di sisi lain, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak dalam fenomena panic buying. Kepanikan dalam membeli BBM justru dapat memperparah situasi, menciptakan kelangkaan semu, hingga mendorong kenaikan harga di lapangan.
 
Menurutnya, respons yang lebih rasional adalah dengan mengelola konsumsi energi secara bijak, termasuk mempertimbangkan penggunaan transportasi umum untuk aktivitas harian.
 
Langkah pencegahan juga perlu diperkuat melalui komunikasi publik yang transparan. Peran Pertamina dinilai penting dalam memastikan masyarakat mendapat informasi akurat terkait ketersediaan stok, termasuk selama periode arus mudik dan libur panjang.
 
Sementara itu, aparat kepolisian menunjukkan sikap tegas terhadap praktik penimbunan. Kapolda Kalimantan Barat Pipit Rismanto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan hukum terhadap pelaku. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena pasokan BBM dinyatakan aman.
 
Pendekatan yang terintegrasi mulai dari penegakan hukum, pengawasan distribusi, hingga edukasi publik menjadi kunci untuk mencegah praktik penimbunan meluas. Tanpa itu, gangguan kecil di rantai distribusi berpotensi berkembang menjadi krisis yang lebih besar
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kompolnas Klaim Penanganan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Akuntabel
• 27 menit lalujpnn.com
thumb
TB Hasanuddin Desak Ungkap Aktor Intelektual Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Foto: Antrean Pemudik Mengular di Pelabuhan Merak
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Siapkan Berbagai Strategi Jaga Defisit APBN di Bawah Tiga Persen, Efisiensi hingga WFH
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Puasa Hari Ketiga: Ketika Manusia Belajar dari Tiga Krisis Sosial Jepang
• 7 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.