TABLOIDBINTANG.COM - Kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang kian terdegradasi mendorong Hizrah Maulana (usia belum diketahui) merintis usaha berbasis penghijauan melalui perusahaannya, PT Bandar Pohon Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, bisnis ini berkembang sebagai penyedia jasa lanskap sekaligus pembibitan tanaman dengan pendekatan ramah lingkungan.
Perusahaan yang berbasis di kawasan BSD, Tangerang Selatan, itu menawarkan berbagai layanan, mulai dari penataan taman, penyediaan tanaman hias, hingga pohon peneduh untuk kebutuhan hunian pribadi, properti komersial, hingga ruang terbuka kota. “Bandar Pohon Indonesia hadir sebagai solusi penghijauan, baik untuk rumah, properti, hingga kawasan perkotaan. Kami ingin menghadirkan lingkungan yang lebih asri dan sehat,” ujar Hizrah.
Ia menuturkan, latar belakang pendirian usaha ini tidak lepas dari kekhawatiran terhadap berkurangnya ruang hijau akibat pembangunan masif. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada penurunan kualitas tanah, air, dan udara yang berujung pada meningkatnya risiko gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan.
Hizrah menyebut ketidakseimbangan ekosistem saat ini sebagai situasi yang mengkhawatirkan. Ia menggambarkan kondisi lingkungan yang kian tertekan akibat minimnya resapan air serta meningkatnya polusi udara. “Ekosistem kita sudah tidak seimbang. Tanah kehilangan kesuburan, resapan air berkurang, dan udara semakin tercemar. Ini menjadi alarm bagi kita semua,” katanya.
Momentum pandemi COVID-19 juga memperkuat kesadarannya akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Sejak itu, perusahaannya tidak hanya fokus pada penjualan tanaman, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penghijauan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam edukasi tersebut, Hizrah merekomendasikan komposisi pembangunan rumah yang lebih ramah lingkungan, yakni 60 persen area hijau dan 40 persen bangunan, guna menjaga kesehatan fisik dan mental penghuni.
Selain itu, perusahaan juga aktif melakukan penyelamatan pohon dari berbagai daerah, seperti Sumbawa, Bima, hingga Papua. Pohon-pohon yang terancam ditebang dipindahkan dan dirawat kembali agar tetap lestari.
Dari sisi bisnis, Hizrah mengungkapkan permintaan pasar terus meningkat dan datang dari berbagai sektor, termasuk perumahan, hotel, kafe, hingga proyek pemerintah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan mengembangkan lahan pembibitan seluas 20 hektare di Bogor.
Tak hanya itu, Bandar Pohon Indonesia juga melibatkan masyarakat dengan membeli tanaman hasil budidaya warga sebagai bagian dari rantai pasok. Dalam operasionalnya, perusahaan turut menggandeng tenaga ahli dan pakar pertanian untuk menjaga kualitas tanaman serta pengendalian hama.




