JAKARTA, KOMPAS.com - Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, skema lalu lintas One Way Nasional masih berlaku hingga Jumat (20/3/2026).
“Kamis 19 Maret 2026 malam arus terpantau cukup landai, namun skema one way nasional masih diberlakukan,” ujar Agus dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari laman korlantas.polri.go.id, Jumat.
Agus mengatakan, jajarannya masih terus melakukan pemantauan pada arus kendaraan yang melintas.
Baca juga: Kakorlantas Sebut Arus Mudik Terkendali Usai One Way Nasional Diterapkan
Jika volume kendaraan melandai, skema One Way Nasional bakal dihentikan.
“Apabila Jumat 20 Maret 2026 pagi arus kendaraan semakin landai, maka akan dilakukan evaluasi bersama stakeholder seperti Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, dan dilaporkan kepada Kapolri untuk kemungkinan penghentian one way,” lanjut Agus.
Saat ini, Korlantas juga tengah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas, seperti sistem buka-tutup, pengalihan arus, hingga penerapan contraflow dan one way di sejumlah wilayah untuk menghadapi lonjakan volume kendaraan.
Skema yang disiapkan menyasar di jalan tol hingga jalur arteri.
Baca juga: Jasa Marga: 34 Persen Pemudik Sudah Tinggalkan Jakarta, One Way Mulai Berlaku
Sejauh ini, Korlantas mencatat adanya peningkatan arus kendaraan, terutama di jalur arteri.
“Di jalan arteri memang terjadi peningkatan arus, namun para Kapolda dan Dirlantas telah menyiapkan berbagai skenario seperti buka tutup, alih arus, termasuk contraflow dan one way di beberapa wilayah,” kata Agus.
Sebelumnya, one way nasional telah diberlakukan mulai KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung sejak Rabu kemarin.
Baca juga: Catat! Ini Jadwal Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2026 di Sejumlah Tol
Namun, seiring meningkatnya kepadatan menuju arah Jawa Timur, Solo, dan Yogyakarta, jalur satu arah kini diperpanjang hingga wilayah Salatiga.
Gerbang Tol Kalikangkung sendiri merupakan pintu masuk krusial menuju Tol Dalam Kota Semarang bagi pemudik yang hendak menuju Jawa Timur, maupun arah Gerbang Tol Bawen dan Salatiga bagi yang menuju Solo dan Yogyakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang