Perang Iran, Israel Habiskan Rp 108,3 Triliun dalam 20 Hari

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM – Pengeluaran militer Israel dalam 20 hari pertama perang melawan Iran mencapai sekitar 6,4 miliar dolar AS (Rp 108,3 triliun), demikian dilaporkan harian Haaretz dengan mengutip sumber anonim. Surat kabar tersebut menyebutkan, pengeluaran harian rata-rata mencapai sekitar satu miliar shekel (sekitar 320 juta dolar AS/Rp 5,4 triliun) selama periode tersebut.

Total anggaran yang dialokasikan untuk mengelola perang ini mencapai sekitar 39 miliar shekel (sekitar 12,5 miliar dolar AS/Rp 211,5 triliun). Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa tingkat pengeluaran saat ini memungkinkan proyeksi mengenai lamanya kampanye militer berlangsung.

Baca Juga
  • Harga Minyak Tembus 119 Dolar AS, Pasar Keuangan Global Berfluktuasi Tajam
  • Serangan AS-Israel Picu Krisis, Trump Minta Israel Setop Targetkan Fasilitas Energi Iran
  • Isu Tewas Beredar, Netanyahu: Saya Masih Hidup

Militer Israel dilaporkan tengah bersiap mengajukan tambahan anggaran, menurut laporan tersebut.

Pemerintah Israel pada Ahad telah menyetujui alokasi anggaran darurat sebesar 825 juta dolar AS (Rp 13,9 triliun) untuk pengadaan "kebutuhan keamanan mendesak" di tengah laporan meningkatnya kekurangan rudal pencegat.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Tel Aviv diperkirakan akan merevisi rencana belanja 2026 guna mendanai pembelian tersebut, demikian dilaporkan Channel 12 Israel.

Angka-angka ini menambah gambaran mengenai besarnya dampak finansial konflik tersebut. Amerika Serikat telah menghabiskan sekitar 12 miliar dolar AS sejak dimulainya operasi militer, kata penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett pada Ahad.

Pentagon secara terpisah juga telah meminta Gedung Putih menyetujui paket pendanaan tambahan lebih dari 200 miliar dolar AS untuk diajukan ke Kongres.

Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dan dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang sejauh ini, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Anadolu/AP
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Selamatkan Perempuan Depresi yang Nyaris Lompat dari Jembatan Ampera
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Podium di F1 GP China 2026 Bangkitkan Kepercayaan Diri Lewis Hamilton! Tegaskan Jika Ia Sudah Kembali ke Perfroma Terbaik
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Efisiensi Besar-Besara, Gaji Menteri Dipangkas? Begini Kata Menkeu Purbaya | KOMPAS PETANG
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Ini Alasan FIFA Sanksi Israel Usai Dilaporkan Palestina
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Tarif Khusus Lebaran untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Cuma Rp1 | KOMPAS SIANG
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.