Seorang perempuan berinisial YS (33) nyaris mengakhiri hidupnya di Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Tapi, ia berhasil diselamatkan sebab, sebelum ia mengambil keputusan fatal, ia menghubungi polisi lewat 110.
Peristiwa itu bermula pada Rabu (18/3) pukul 17.21 WIB, ketika operator Command Center Polda Sumsel menerima panggilan dari YS. Dalam sambungan telepon, ia tidak melaporkan tindak kriminal, melainkan menceritakan kondisi psikologisnya.
“Ia menceritakan rasa depresi dan trauma akibat masa lalu yang kelam, serta masalah asmara yang membuatnya kebingungan,” Ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya dalam keterangannya, Jumat (21/3).
Begitu mengetahui keadaan YS, polisi tak menutup telponnya. Ia mendengarkan semua keluhan YS. Situasi kemudian berubah darurat setelah diketahui YS sudah berada di pinggir Jembatan Ampera. Petugas Command Center pun langsung melakukan langkah cepat.
“Namun, situasi berubah darurat ketika diketahui bahwa YS saat itu sudah berada di pinggir Jembatan Ampera dengan niat mengakhiri hidupnya,” ujarnya.
Sambil terus berkomunikasi untuk menenangkan YS, operator lain memantau kamera pengawas (CCTV). Lokasi korban akhirnya terdeteksi di sisi kanan jembatan arah Jakabaring.
“Menghadapi situasi yang menyangkut nyawa, personel Command Center bertindak sigap, tenang, dan terukur. Sembari terus mengajak YS berbicara dari hati ke hati agar ia tidak merasa sendirian, tim operator lainnya dengan cepat memantau kamera pengawas (CCTV),” ujarnya.
Informasi tersebut segera diteruskan ke petugas Pamapta Polrestabes Palembang yang berada di lapangan. Polisi kemudian menuju lokasi dan melakukan pendekatan persuasif.
Petugas berhasil membujuk YS untuk menjauh dari tepi jembatan. Setelah itu, ia dievakuasi ke Pos Pelayanan Operasi Ketupat di sekitar Bundaran Air Mancur Masjid Agung untuk ditenangkan.
“Melalui pendekatan persuasif yang lembut dan humanis, petugas berhasil membujuk YS untuk mundur dari tepi jembatan dan mengurungkan niatnya. YS kemudian dievakuasi ke Pos Pelayanan Ops Ketupat di depan Bundaran Air Mancur Masjid Agung untuk ditenangkan,” ujarnya.
Setelah kondisinya membaik, YS kemudian dipulangkan dan diserahkan kepada keluarganya dalam keadaan selamat.
“Setelah kondisinya stabil dan mendapatkan dukungan moril, ia diantar kembali untuk berkumpul bersama keluarganya dalam keadaan selamat,” tutupnya.





