Perang Iran “Menyadarkan” Beijing? Elite Industri Militer Dibersihkan, Akademisi Top Tumbang

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

Konflik di Timur Tengah tidak hanya secara tak terduga menghancurkan citra kekuatan industri militer Beijing, tetapi juga memicu gelombanTg besar pembersihan di sektor tersebut. Hingga saat ini, sudah ada 10 tokoh berat dari Akademi Ilmu Pengetahuan dan Akademi Teknik yang dicoret, dan sebagian di antaranya diduga terkait dengan Zhang Youxia.

Gerakan yang disebut sebagai “tidak akan berhenti sebelum selesai” ini, yang dipimpin langsung oleh Xi Jinping, disebut bertujuan menutupi skandal “penggelembungan” kekuatan persenjataan. Namun, di sisi lain, hal ini juga menghancurkan ambisi Partai Komunis Tiongkok untuk menyatukan Taiwan dengan kekuatan militer.

EtIndonesia. Baru-baru ini, situs resmi dua lembaga riset tertinggi Tiongkok—Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan Akademi Teknik Tiongkok—sering memperbarui daftar anggotanya secara tidak biasa. Berdasarkan verifikasi terbaru, hingga pertengahan Maret tahun ini, sedikitnya 10 akademisi terkemuka telah diam-diam dihapus dari daftar.

Tokoh penting terbaru yang “jatuh” adalah Yang Wei, kepala perancang jet tempur siluman J-20, yang riwayat hidupnya telah sepenuhnya dihapus dari situs Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Menyusul kemudian adalah Liu Guozhi, yang pernah menjabat sebagai Direktur Komisi Sains dan Teknologi di Komisi Militer Pusat serta mantan komandan pangkalan uji coba nuklir.

Menurut laporan media daratan Caixin pada September 2014, Liu Guozhi yang saat itu menjabat sebagai wakil kepala Departemen Perlengkapan Umum, dipromosikan menjadi Direktur Komite Sains dan Teknologi di departemen tersebut. Diketahui secara luas bahwa Departemen Perlengkapan Umum merupakan wilayah pengaruh Zhang Youxia, dan Liu adalah pejabat industri militer yang dipromosikan langsung olehnya.

Analisis menyebutkan bahwa kejatuhan Liu kali ini terkait dengan Zhang Youxia, sekaligus menandai bahwa pembersihan di sistem industri militer Tiongkok telah memasuki tahap yang lebih dalam.

Selain dua tokoh tersebut, akademisi teknik seperti Wu Manqing, Zhao Xiangeng, dan Wei Yiyin—para ahli di bidang radar, dirgantara, dan senjata nuklir—juga termasuk dalam sekitar 10 pakar yang menghilang dari daftar.

Mengapa pembersihan ini terjadi sekarang? Analisis menunjukkan bahwa perang Iran baru-baru ini menjadi “ujian nyata” bagi kualitas senjata industri militer Tiongkok. Iran selama ini sangat bergantung pada dukungan teknologi Tiongkok, termasuk radar dan komponen rudal. Namun, dalam pertempuran nyata, peralatan tersebut hampir tidak efektif menghadapi perang elektronik dan serangan presisi Barat. Kenyataan pahit ini dianggap membuka kedok kelemahan dan korupsi dalam sistem industri militer Tiongkok.

Pada sidang dengar pendapat di Kongres AS  Rabu, pejabat tinggi intelijen Amerika juga memberikan sinyal penting. Berdasarkan informasi intelijen, Beijing menyaksikan bagaimana angkatan laut dan udara Iran dengan cepat dilumpuhkan. Ditambah gangguan pasokan energi akibat perang serta masalah korupsi dalam militer, semua ini disebut memaksa Tiongkok untuk “bangun” dari ambisinya menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan.

Reporter NTD Television, Ji Yuanren, melaporkan dari New York.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rincian Utang Pemerintah Rp9.637,9 Triliun: 70% dari SBN Berdenominasi Rupiah
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Pemudik Bawa Berkah, Warung di Kampung Rambutan Raup Omzet Rp 8 Juta Sehari
• 11 jam laludetik.com
thumb
Tutorial Underpainting Makeup
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Berkedok Pembangunan Jalan, Ternyata Bangun Krematorium — Bentrokan Besar Polisi dan Warga Pecah di Guangdong, Tiongkok
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
Dedi Mulyadi Beri Kompensasi Rp50 Ribu per Hari ke Penyapu Koin Indramayu selama Arus Mudik
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.