Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam negara-negara sekutu NATO lantaran tidak mendukung perang AS dan Israel melawan Iran di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
"Negara-negara NATO adalah pengecut, dan kami akan mengingatnya," kata Trump dalam unggahannya di platform Truth Social sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (21/3/2026).
Trump juga mengeluhkan negara-negara NATO tidak bersedia ikut berperang melawan Iran meski hal itu dinilai hanya menimbulkan risiko yang sangat kecil bagi mereka. Alih-alih terlibat untuk membuka Selat Hormuz, jelas Trump, negara NATO tetap mengeluhkan tingginya harga minyak.
“Mereka justru mengeluhkan harga minyak tinggi yang harus mereka bayar, tetapi tidak mau membantu membuka Selat Hormuz, sebuah manuver militer sederhana yang menjadi alasan utama lonjakan harga minyak,” tulis Trump.
Sebelumnya, Trump telah mendesak sekutu utama AS serta negara lain untuk membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang berada di bawah pengaruh Iran.
Konflik yang dipicu serangan AS dan Israel sejak 28 Februari tersebut telah mengguncang pasar global, menewaskan ribuan orang, serta memaksa jutaan warga mengungsi.
Di sisi lain, Inggris pada Jumat mengumumkan perubahan sikap dengan mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk menargetkan Iran sebagai bagian dari pertahanan diri kolektif kawasan.
Menurut pernyataan kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, para menteri telah bertemu dan mengecam langkah Iran yang memperluas target serangan hingga mencakup pelayaran internasional.
Pemerintah Inggris juga menegaskan bahwa kesepakatan penggunaan pangkalan oleh AS mencakup operasi defensif untuk melemahkan situs dan kemampuan rudal yang digunakan dalam serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Kritik Trump terhadap Eropa muncul bersamaan dengan pengumuman NATO yang menyatakan sedang menyesuaikan misinya di Irak, setelah pejabat setempat menyebut pasukan non-tempur aliansi tersebut sementara ditarik akibat perang dengan Iran.
Juru bicara NATO, Allison Hart, mengatakan aliansi tersebut sedang menyesuaikan posisinya dalam konteks Misi NATO di Irak.
Sementara itu, Jenderal Angkatan Udara AS Alexus Grynkewich yang menjabat sebagai panglima tertinggi pasukan sekutu NATO di Eropa mengonfirmasi pemindahan seluruh personel misi NATO di Irak ke Eropa.
Dalam pernyataannya, Grynkewich menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Irak dan negara-negara sekutu yang membantu relokasi personel NATO secara aman.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, setelah menghadiri pertemuan puncak Uni Eropa selama dua hari di Brussel, mengatakan upaya terbaik saat ini adalah mempertahankan hukum internasional serta mendorong de-eskalasi konflik.
“Saya tidak mendengar siapa pun di sini menyatakan keinginan untuk terlibat dalam konflik ini—justru sebaliknya,” ujarnya.





