Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Wilayah Iran

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

London: Inggris telah menyetujui perluasan akses Amerika Serikat (AS) ke pangkalan-pangkalan militer Inggris untuk operasi yang menargetkan kemampuan rudal Iran.

Operasi tersebut diarahkan terhadap rudal yang mengancam pelayaran di Selat Hormuz.

Sebuah pernyataan pemerintah mengatakan bahwa dalam pertemuan Jumat 20 Maret 2026, para menteri Kabinet “mengonfirmasi bahwa kesepakatan bagi AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris dalam pertahanan diri kolektif kawasan tersebut mencakup operasi pertahanan AS untuk menurunkan kemampuan dan situs rudal yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.”

“Prinsip-prinsip di balik pendekatan Inggris terhadap konflik tetap sama dan menyerukan deeskalasi yang mendesak dan penyelesaian perang yang cepat,” ucap pernyataan Pemerintah Inggris, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu 21 Maret 2026.

“Para menteri Kabinet mengutuk perluasan target Iran hingga mencakup pelayaran internasional. Mereka sepakat bahwa serangan sembrono Iran, termasuk terhadap kapal-kapal Red Ensign (Daftar Pelayaran Inggris) dan kapal-kapal sekutu dekat dan mitra Teluk kita,” kata Pemerintah Inggris.

“Hal itu berisiko mendorong kawasan tersebut lebih jauh ke dalam krisis dan memperburuk dampak ekonomi yang dirasakan di Inggris dan di seluruh dunia,” sebut pihak Inggris.

Menulis di perusahaan media sosial AS X, pemimpin oposisi Konservatif Kemi Badenoch menyebut keputusan itu sebagai "perubahan haluan terbesar sepanjang masa."

Sejak serangan intensif AS-Israel dimulai pada 28 Februari, Inggris telah beralih dari penolakan awal akses pangkalan ke keadaan integrasi logistik dan kinetik yang mendalam.

“Meskipun mengambil tindakan yang diperlukan untuk membela diri dan sekutu kita, kita tidak akan terlibat dalam perang yang lebih luas,” kata Perdana Menteri Starmer pada Senin, menambahkan bahwa pemerintah Inggris akan terus berupaya mengakhiri pertempuran.

Namun, peran Inggris yang semakin meluas dalam konflik tersebut telah memicu perdebatan yang berkembang tentang apakah perbedaan tersebut semakin sulit untuk dipertahankan.

Permusuhan regional di Timur Tengah telah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga saat ini telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal di seluruh wilayah dan secara efektif menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar kapal, jalur transit minyak utama yang biasanya menangani sekitar 20 juta barel per hari dan sekitar 20% perdagangan gas alam cair global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Lengkap Pemain yang Dicoret dari Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Memaknai Mudik Lebih dari Sekadar Pulang Kampung
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Jusuf Kalla: Gaji Menteri Cuma Rp 19 Juta, Tak Masuk Akal Dipotong
• 9 jam laludisway.id
thumb
Mendes Yandri Dorong Kopdes Merah Putih, Desa Diminta Jadi Motor Ekonomi
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Fenomena Klasik Gepeng Ramadhan di Kota Cimahi
• 12 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.