Doa Ragnar Oratmangoen Menyambut Idul Fitri, Satu-satunya Pemain Mualaf di Timnas Indonesia

tvonenews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvonenews.com- Pemain timnas indonesia, Ragnar Oratmangoen memberikan ucapan manis di tengah perayaan Idul Fitri 1447 H. 

Wak Haji Keluhkan Satu Budaya di Negara Kelahiran, Lebih Nyaman Tinggal di Indonesia
Sumber :
  • Fc dender

Ucapan tersebut disampaikannya lewat akun Instagram pribadinya pada Jumat (20/3). Tentunya menarik perhatian publik, terutama fans atau penggemar Ragnar Oratmangoen yang disapa Wak Haji ini.

Ragnar Oratmangoen mengucapkan yang juga menjadi doanya agar senantiasa kita semua mendapatkan momen bahagia idul fitri 2026 ini. 

Pemain Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen di FCV Dender
Sumber :
  • FCV Dender

"Semoga kita semua mendapatkan Idul Fitri yang penuh berkah, cinta, kedamaian, dan kebahagiaan," ucap Ragnar Oratmangoen dalam story Instagramnya, dikutip Jumat (20/3).

Seperti diketahui, Wak Haji menjadi satu-satunya pemain mualaf di timnas indonesia. Dia memilih masuk Islam karena mendapatkan ketenangan saat mendengarkan suara adzan.

Diketahui, jika pemain kelahiran Belanda ini memutuskan masuk Islam saat usianya remaja sekitar 15 tahun.

Perubahan keyakinannya tak hanya langkah besar dalam hidupnya, tetapi juga menjadi titik awal perjalanan iman yang hingga kini dijalani dengan penuh keyakinan. 

Doa Ragnar Oratmangoen Menyambut Idul Fitri, Satu-satunya Pemain Mualaf di Timnas Indonesia
Sumber :
  • dok.tvonenews.com/Ilham Giovani

Faktanya, ia terlahir dari keluarga non muslim. Ini tentu bukan hal yang mudah tetapi menarik perhatian publik mengetahui perjalanan bintang timnas ini.

"Saya tidak lahir sebagai Muslim. Saya dibesarkan sebagai seorang Kristen. Tapi setelah tumbuh dewasa, saya menemukan jalan ke Islam,” ujar Ragnar, dikutip dari Media Day Timnas Indonesia beberapa waktu lalu.

"Teman-teman saya ketika itu membawa saya ke masjid. Mereka mengajari saya tentang Tuhan dan agama, dan bagaimana agama bisa membantu kehidupan kita, Itu menyentuh hati saya dan membuat saya memutuskan untuk menjadi seorang Muslim,” ungkapnya.

Selain itu, Ragnar juga pernah mengungkapkan kalau saat dirinya pertama kali ke Indonesia mengaku senang karena banyak juga yang beragama Islam.

Pasalnya, ia merasa bebas bisa mendengar suara adzan di Jakarta kapan pun. Hal yang berbeda dengan saat di Belanda


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Modus Tukar Uang Baru Jelang Lebaran, Seorang Wanita di Maros Diduga Tipu Puluhan Warga
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
Pelapor PBB Ungkap Tahanan Palestina di Israel Disiksa secara Sistematis
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Puan Akan Halal Bihalal dengan Prabowo Dalam Waktu Dekat
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Istana Tegaskan Wacana WFH Bukan karena Krisis BBM
• 20 jam laludisway.id
thumb
Lapangan Banteng Jadi Lautan Cahaya, Hiasan Ketupat dan Bintang Bersinar di Tiap Sudut
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.