JAKARTA, KOMPAS.com - Dewhinta Anggary (37), cucu dari seniman legendaris Betawi Mpok Nori, ditemukan tewas di kamar kontrakannya di Jalan Daman I, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Kakak kandung korban, Dian Puspitasari (40), mengungkapkan bahwa sang adik sebelumnya telah ditalak dan pisah rumah dengan suami sirinya, RFTJ alias FD (42).
"Sama mantan suaminya itu sudah ditalak secara omongan. Dikira suaminya ini sudah pergi jauh, enggak tahunya dia pindah ngontrak di depan," kata Dian, saat ditemui awak media, Minggu (22/3/2026).
Menurut Dian, Dewhinta menikah secara siri dengan FD yang merupakan Warga Negara Asing asal Irak sejak 2019.
Baca juga: Sebelum Dibunuh, Cucu Mpok Nori Sering Ribut dengan Mantan Suami
Setelah menikah, keduanya sempat tinggal di kawasan Puncak, Bogor, sebelum akhirnya menetap di Cipayung.
"Dulu kan di Irak itu ada perang, nah ketemu deh sama adik saya saat kerja di sana (Malaysia)," kata Dian.
Selama berumah tangga, Dian mengaku tidak pernah mendengar secara langsung adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Namun, ia melihat adanya perubahan dalam hubungan keduanya, terutama setelah Dewhinta mulai aktif bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Perubahan tersebut, kata Dian, berkaitan dengan meningkatnya aktivitas dan relasi sosial korban di luar rumah.
"Sejak adik saya kerja, temannya jadi banyak, ada aktivitas di luar dan banyak interaksi. Mungkin dia (pelaku) cemburu," ujar dia.
Baca juga: Pembunuh Cucu Mpok Nori Ditangkap di Tol, Kabur ke Arah Merak
Dian juga mengungkap pengalaman pahit yang dialami adiknya selama menjalani pernikahan.
Dewhinta disebut sempat hamil, namun mengalami keguguran hingga tiga kali.
Dalam kondisi tersebut, pelaku tidak mendampingi korban.
"Sampai dikuburin pun itu adik saya yang cowok yang selalu ngazanin, yang ngurusin semuanya," tutur Dian.