GMNI UBK Siap Menjadi Barometer Intelektual Mahasiswa Jakarta

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Panca Azimat Universitas Bung Karno (UBK) resmi mencanangkan diri sebagai pusat pergerakan intelektual mahasiswa di Jakarta.

Komitmen ini ditegaskan melalui penyelenggaraan pelatihan intensif bertajuk "Pelatihan Penulisan hingga Publikasi: Mengonstruksi Argumen, Mengunggah Berita, Mengelola Opini, dan Menguasai Media" yang digelar di Markas Persatuan Alumni GMNI Cikini Raya Menteng pada Jumat, 13 Maret 2026.

BACA JUGA: DPD GMNI DKI Jakarta Periode 2026-2028 Resmi Terbentuk, Deodatus Sunda Berkomitmen Jaga Muruah Organisasi

?Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh kader GMNI se-UBK ini bertujuan untuk mengembalikan muruah mahasiswa sebagai kelompok pemikir yang mampu menguasai opini publik melalui tulisan dan data.

?Ketua Komisariat Panca Azimat, Bung Arya, menekankan gerakan mahasiswa tidak boleh hanya identik dengan aksi turun ke jalan.

BACA JUGA: GMNI Dukung Rekomendasi Komisi III Soal Polri Tetap di Bawah Presiden

Menurutnya, senjata utama kader GMNI dalam memperjuangkan Marhaenisme adalah gagasan yang terstruktur.

“Kader GMNI harus mampu menghidupkan pergerakan intelektual. Kita tidak hanya hadir di jalanan, tapi juga harus memengaruhi ruang publik melalui analisis dan ide yang tajam. Inilah langkah awal kita untuk menjadi barometer intelektual di Jakarta,” ujar Bung Arya dalam sambutannya.

BACA JUGA: GMNI Kecam Aksi Amerika di Venezuela: Dunia Bukan Milik Satu Negara!

?Dalam sesi materi, tokoh nasional Guntur Romli memaparkan bahwa penguasaan media adalah kunci dalam memenangkan pertarungan gagasan di era digital.

Dia mendorong para kader untuk meneladani Bung Karno yang mampu menggerakkan massa melalui tulisan yang provokatif namun berbasis data.

Dia juga memperkenalkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) sebagai strategi praktis bagi mahasiswa untuk memproduksi konten kritis yang mampu menandingi narasi-narasi kebijakan publik yang tidak memihak rakyat.

?Senada dengan hal tersebut, Kepala Program Studi Magister Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara Ignatius Haryanto menyoroti pentingnya tanggung jawab intelektual.

Di tengah fenomena media yang terkadang enggan mengangkat isu sensitif, mahasiswa harus hadir sebagai alternatif pemberi informasi.

?"Keberanian menulis harus dibarengi dengan pendekatan taktis dan strategis. Tulisan yang dihasilkan harus kritis sekaligus konstruktif agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkap Ignatius.

Kader GMNI DPK Panca Azimat, Nadya Amara berharap melalui penguatan literasi dan kemampuan pengelolaan opini publik ini, GMNI UBK optimis dapat menjadi kiblat bagi gerakan mahasiswa di Jakarta dalam hal kedalaman berpikir dan ketajaman beropini.

"Tradisi menulis ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi identitas permanen kader UBK dalam mengawal isu-isu kerakyatan dan demokrasi di masa depan," pungkas mahasiswi ilmu komunikasi UBK itu.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TB Hasanuddin: Timwas Intelijen DPR Bisa Dalami Kasus Penyiraman Andrie Yunus
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Siasat Hadapi Arus Balik Lebaran
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Truk Trailer vs Motor, Pengendara Meninggal
• 13 jam lalurealita.co
thumb
Wakil Ketua MPR soal WFH setelah Lebaran : Roda Perekonomian Jangan Melambat
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kapolda Jabar Instruksikan Kapolres: Awasi Pungli di Jalur Wisata Puncak
• 2 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.