Daya Beli Anjlok, Kehadiran MBG Diharapkan Bantu Pedagang Pasar Tradisional

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS- Daya beli masyarakat di pasar tradisional Kota Bandung, Jawa Barat, menurun drastis di atas 40 persen selama Lebaran. Kehadiran Program nasional Makan Bergizi Gratis juga belum dirasakan pedagang ritel. Program ini diharapkan membantu para pedagang kecil.

Barang kebutuhan pokok menjadi komoditi strategis saat bulan Ramadan hingga Lebaran setiap tahun. Beras, daging sapi, daging ayam, telur hingga bumbu, serta aneka cemilan diburu warga di pasar tradisional beberapa hari menjelang Lebaran.

Salah satunya di Pasar Kosambi yang merupakan pasar tradisional besar di Kota Bandung. Harga barang kebutuhan pokok di pasar ini menjadi acuan pemerintah daerah dalam memantau inflasi yang dipengaruhi harga bahan pokok.

Rahmat Kurnia (62), salah satu pedagang beras di Pasar Kosambi pada Senin (23/3/2026) mengatakan, penurunan daya beli diperkirakan hingga 40 persen pada momen Lebaran tahun ini bila dibandingkan dengan tahun 2025 lalu. Salah satu pemicunya adalah kenaikan harga.

Untuk harga beras jenis medium hingga premium, misalnya, naik Rp 1.000 per kg. Beras medium menjadi 14.000-16.000 per kg dari sebelumnya Rp 13.000-15.000. Sementara beras ketan naik menjadi Rp 32.000 dari Rp 20.000.

"Anjloknya daya beli terlihat dari hanya 5 kuintal atau 500 kilogram yang terjual selama sepekan jelang Lebaran. Tahun lalu saya bisa menjual hingga satu ton lebih beras," kata Rahmat.

Baca JugaHarga Sejumlah Bahan Pokok di Bandung Beranjak Naik

Ia menuturkan, kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga tak membantu pedagang kecil di saat pedagang kecil terdampak daya beli menurun.

"Banyak dapur MBG di Bandung namun para pedagang tradisional sama tak merasakan dampaknya. Mereka langsung membeli barangnya di distributor besar," tuturnya.

Hal senada disampaikan Nana (60), penjual telur di salah satu pasar tradisional. Pembelian telur sepekan jelang Lebaran tahun ini hanya mencapai 50 hingga 60 kilogram. Adapun harga jualnya per kg mencapai Rp 29.000.

"Kondisi tahun ini menurun sekali. Biasanya setiap saya bisa menjual di atas 100 kilogram telur hanya dalam sepekan sebelum Lebaran,” ujarnya.

Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menginstruksikan pengelola dapur MBG bisa membeli dari pasar tradisional. Hal ini untuk membantu para pedagang ritel yang kini semakin sulit mendapatkan pemasukan.

Dika (30), konsumen yang bekerja di salah satu hotel di Bandung mengakui, pihaknya terpaksa mengurangi pembelian sejumlah komoditi barang kebutuhan pokok. Sebab, harga komoditi tersebut bmeningkat drastis.

"Harga daging ayam saja sudah mencapai Rp 48.000 per kg, sedangkan harga cabai Rp 100.000 per kg,” ujarnya.

Masih stabil

Sementara itu, hal berbeda disampaikan Pemerintah Kota Bandung. Menurut pemerintah, kondisi harga, daya beli dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok tetap stabil.

Pemkot Bandung mengklaim tidak mengalami penurunan signifikan. Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dinilai turut menjaga perputaran ekonomi.

“Daya beli stabil, permintaan tinggi dan suplai juga cukup. Artinya keseimbangan ekonomi kita terjaga dengan baik,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, ia mengungkapkan fenomena menarik, yakni lonjakan permintaan produk oleh-oleh seperti makanan ringan. Bahkan, sejumlah pelaku usaha sudah mulai mengirimkan produk ke luar kota.

Meski demikian, Farhan tetap mewaspadai potensi fluktuasi harga pada beberapa komoditas strategis, seperti cabai, telur ayam, dan daging sapi. Namun berdasarkan hasil pemantauan, kondisi saat ini masih terkendali.

“Cabai memang paling tinggi, sekitar Rp100.000 per kilogram. Tapi untuk daging sapi, minyak, dan beras masih sesuai harga eceran tertinggi," tuturnya.

Baca JugaDaya Beli Jelang Lebaran Turun, Masyarakat Lebih Selektif dalam Berbelanja



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Balik: Polri Berlakukan One Way Lokal dari Tol Brebes Barat hingga Cikatama
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
4 Shio yang Paling Hoki Soal Cinta pada 24 Maret 2026: Hubungan Naga Makin Erat, Kelinci Introspeksi
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Singapore Airlines Batalkan Penerbangan dari Singapura ke Dubai hingga 30 April
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pemudik Diminta Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
307 Napi Lapas Sukamiskin Dapat Remisi Lebaran, Mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo Terima 1 Bulan
• 16 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.