Iran Bantah Sedang Negosiasi dengan Trump, Tuduh Ulur Waktu Turunkan Harga Minyak

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Iran membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS), yang beberapa waktu lalu disampaikan Presiden AS, Donald Trump. Otoritas di Teheran menyampaikan, pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait penundaan penyerangan pembangkit listrik dan fasilitas-fasilitas energi Iran cuma intrik.

Trump disebut sedang mengulur waktu untuk menormalisasi pasar global menyusul peningkatan harga minyak dunia akibat pembatasan ketat di Selat Hormuz. Trump sebelumnya mengatakan negosiasi sedang berjalan konstruktif dan sangat baik. Iran menuding penyampaian Trump tersebut keculasan baru untuk tetap melakukan penyerangan ke Iran.

Baca Juga
  • Trump Batalkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Anjlok
  • Soal Beda Waktu Idul Fitri, Ketua MUI: Jangan Sempitkan Ijtihad dengan Vonis
  • Harga Emas Antam Terus Melemah Ikuti Lesunya Harga Emas Dunia

“Tidak ada dialog antara Teheran dan Washington,” begitu dalam pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi kepada kantor berita Mehr News seperti dikutip dari RT News, pada Senin (23/3/2026).

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran mengatakan, Teheran dalam posisi jelas dalam obral perang yang dilakoni AS bersama sekutunya Zionis Israel.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Untuk semua permintaan musuh dalam mengurangi ketegangan, kami dalam posisi yang jelas, bahwa kami bukanlah pihak yang memulai perang ini. Dan semua permintaan ini harus ditanyakan kembali ke Washington,” dalam pernyataan Kemenlu Iran yang dikutip dari RT News.

Anadolu Agency juga menyampaikan pernyataan otoritas di Teheran yang membantah adanya dialog dengan AS. Iran menuding Trump mengulur-ulur waktu dengan penyampaian untuk meredakan gejolak pasar yang ditimbulkan dari krisis energi yang terjadi akibat agresi Zionis-AS ke Iran.

“Iran menyampaikan pernyataan Trump adalah bagian dari upaya untuk menurunkan harga enerji dan mengulur waktu untuk tetap melaksanakan rencana militernya,” tulis Anadolu.

Sementara dikutip dari Aljazirah, Teheran menegaskan menolak semua pembicaraan dengan AS, dan memastikan tak pernah ada dialog mengenai situasi saat ini dengan Donald Trump.

“Kementerian Luar Negeri Iran membantah dan mengatakan tidak ada dialog antara Teheran dan Washington,” begitu dalam berita Aljazirah.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imbas Perang AS-Iran, Rupiah Diramal Tembus Rp20.400 per dolar AS
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo: Uang Negara Ada di Mana-mana, Sudah Hemat Rp 500 Triliun
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Jadi Bintang Manchester City Juara Piala Carabao, Nico O Reilly: Ulang Tahun Terbaik
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
BPH Migas Pantau Pasokan BBM Aman di Jalur Wisata Bopunjur
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Status Tahanan Yaqut Dialihkan, Anggota DPR Ingatkan KPK soal Nilai Kepantasan
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.