Kisah Manis Getir Pedagang di Ragunan pada Momen Libur Lebaran 2026

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Antusiasme pengunjung selama libur Lebaran 2026 turut membawa berkah bagi sejumlah pedagang di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Kendati begitu, tidak semua pedagang merasakan lonjakan penjualan yang sama, seiring daya beli masyarakat yang dinilai masih belum pulih.

Dwi (40), penjual tikar, mengaku penjualannya justru menurun dibandingkan Lebaran tahun lalu. Kendati begitu bila dibandingkan dengan kondisi normal, penjualan pada momentum Lebaran kali ini sedikit meningkat.

Dia mengatakan, pada periode Lebaran sebelumnya, dirinya mampu menjual hingga 200 lembar tikar per hari dengan harga Rp10.000 per lembar. “Sekarang susah. Kemarin saya dagang dari pagi sampai sore, cuma laku 10 lembar,” ujar Dwi kepada Bisnis, Senin (23/3/2026).

Dalam sehari, Dwi biasanya membawa 50 lembar tikar, tetapi tidak selalu habis terjual. Dia pun memilih tetap berjualan selama Lebaran dan tidak mudik karena keterbatasan ekonomi.

“Empat bulan ini susah banget cari duit. Mau dagang apa saja rasanya susah banget,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan Umri, penjual topi yang telah berjualan di kawasan Ragunan selama kurang lebih 25 tahun. Dia menilai kondisi penjualan tahun ini belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga

  • Harga Tiket Ragunan saat Libur Lebaran 2026, Cek Cara Beli via Online
  • Taman Margasatwa Ragunan Diserbu Pengunjung pada H+2 Lebaran
  • Pengunjung Ragunan Hari Kedua Lebaran Tembus 64.000

Menurutnya, meski jumlah pembeli terbilang cukup ramai, pendapatan yang diperoleh masih belum mampu menutup modal dagangannya. “Kalau dilihat dari target, belum sampai. Masih dikumpulin,” ujarnya.

Berbeda dengan Dwi dan Umri, Nani, penjual nasi pecel yang telah berjualan selama sekitar 20 tahun, justru merasakan peningkatan penjualan pada Lebaran tahun ini. 

Dia menyebut, pada hari pertama Lebaran, omzetnya bisa mencapai Rp7 juta per hari. “Alhamdulillah lebih bagus dari tahun kemarin. Bisa sampai Rp7 juta, tapi itu masih kotor,” kata Nani kepada Bisnis.

Meski demikian, dia mengaku kenaikan harga bahan pokok, terutama sayuran, turut menggerus keuntungan. Menurutnya, harga sayuran yang sebelumnya relatif murah kini melonjak cukup signifikan, sehingga pendapatan yang diperoleh terasa “imbang” dengan biaya yang dikeluarkan.

Dia juga menambahkan, kondisi cuaca juga turut memengaruhi pendapatannya selama momentum libur Lebaran. Nani menyebut hal ini lantaran lokasi dagangannya tidak menyediakan tenda bagi para pembeli. Sebab, pembeli biasanya akan langsung menggelar tikar dan duduk di sekitar kawasan Taman Margasatwa Ragunan. Jika turun hujan, otomatis tidak akan ada pembeli yang mau membeli dagangannya. 

“Jadi bersyukur beberapa hari ini cerah sampai siang, jadi ada yang beli,” pungkasnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tekanan Global Meningkat, Rupiah Berpotensi Sentuh Rp17.075 per Dolar AS
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Sadis! Suami Bunuh Istri Siri di Samarinda, Tubuh Korban Dimutilasi Jadi 7 Bagian
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Status Tahanan Yaqut Dialihkan, Anggota DPR Ingatkan KPK soal Nilai Kepantasan
• 12 jam lalukompas.com
thumb
20 Juta Pengguna, Indonesia Masuk Top 10 Pasar Kripto Global
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Wisata Danau Singkarak Bangkit Pascabencana, Kunjungan Lebaran Tembus 800 Orang per Hari
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.