Konflik Iran Ganggu Perdagangan, Saudi Aramco Kurangi Ekspor ke Asia

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA – Saudi Aramco, eksportir minyak terbesar dunia, kembali memangkas pasokan minyak mentah ke pembeli di Asia untuk bulan kedua pada April. Dua sumber yang mengetahui hal tersebut menyampaikan, keputusan ini diambil setelah perang AS-Israel dengan Iran mengganggu jalur perdagangan melalui Selat Hormuz.

Produsen tersebut hanya memasok minyak mentah jenis Arab Light yang diekspor dari pelabuhan Laut Merah di Yanbu kepada pelanggan kontrak pada April. Kondisi ini membuat pasokan ke kilang di Asia tetap ketat dan membatasi produksi produk olahan mereka.

Baca Juga
  • Dikecam karena Jadi Tahanan Rumah, Kubu Yaqut tak Ambil Pusing
  • Pangkormar Lepas Jenazah Dua Prajurit Marinir Korban OPM
  • Boyong 114 Jet Tempur Rafale, India tak Dapat Source Code dari Prancis

Dalam pernyataan resminya, Saudi Aramco menyebut, "Saudi Aramco terus memastikan pasokan energi yang andal dengan memanfaatkan jalur ekspor alternatif melalui Yanbu sebagai respons terhadap dinamika kawasan."

"Kami tetap berkomitmen memenuhi ekspektasi pelanggan, dengan penyesuaian jadwal pengiriman sesuai kondisi terbaru, serta memastikan pelanggan tetap mendapatkan informasi. Prioritas kami adalah menjaga operasi yang aman dan andal sekaligus mendukung stabilitas pasar selama periode ini."

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Arab Saudi telah mengekspor sekitar 4,355 juta barel per hari (barrels per day/bpd) minyak mentah sepanjang Maret, berdasarkan data perusahaan analitik Kpler. Angka ini menurun dari 7,108 juta bpd pada Februari.

Produsen tersebut berupaya meningkatkan ekspor minyak mentah melalui Yanbu untuk mengimbangi gangguan di Selat Hormuz, dengan volume pengapalan diperkirakan meningkat hingga rekor tertinggi pada Maret. Kilang terbesar China, Sinopec, dijadwalkan memuat sekitar 24 juta barel minyak mentah Arab Saudi dari Yanbu pada bulan tersebut.

Pengapalan minyak di pelabuhan Yanbu sempat terganggu pada 19 Maret setelah sebuah pesawat nirawak jatuh di kilang SAMREF milik Saudi Aramco.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : REUTERS/ANTARA
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Emas Berhasil Pangkas Koreksi usai Pengumuman Tak Terduga Trump
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kang Dedi Mulyadi Kaget Bukan Main Lihat Kontrakan Dihuni 3 Janda, Langsung Beri Bantuan Rp50 Juta
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Isu Global dan Media Sosial Picu Framing Negatif, Tanggung Jawab Publik Jadi Sorotan
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Hujan Berhari-hari Jadi Pemicu Longsor di TPU Muara Benda Depok
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Geliat Arus Balik, Volume Kendaraan Meningkat di Jalan Alternatif Cibubur
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.