Resmi Diteken, Vietnam Bakal Adopsi Teknologi Nuklir Rusia

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rusia dan Vietnam menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di Vietnam. Kesepakatan tersebut diteken pada Senin (23/3) di Moskow dalam rangka kunjungan resmi Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh.

Perjanjian tersebut mengatur kerangka hukum serta bidang utama kerja sama dalam pembangunan PLTN Ninh Thuan 1 di Vietnam. Proyek ini dirancang mencakup dua unit pembangkit berdesain Rusia dengan reaktor VVER-1200, dengan total kapasitas terpasang mencapai 2.400 megawatt (MW).

Menurut Likhachev, kesepakatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas energi, tetapi juga menjadi landasan kemitraan jangka panjang antara kedua negara.

“Bagi kami, ini bukan sekadar perjanjian untuk membangun dua unit pembangkit listrik tenaga nuklir. Kami melihatnya sebagai fondasi bagi kemitraan industri jangka panjang yang akan memperkuat kemandirian energi Vietnam dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Rosatom, Selasa (24/3/2026).

Reaktor VVER-1200 yang digunakan dalam proyek ini merupakan teknologi nuklir Rusia yang telah dioperasikan di sejumlah fasilitas di dalam maupun luar negeri. Teknologi tersebut diklaim memenuhi standar keselamatan internasional yang ketat dan menjadi bagian penting dari portofolio ekspor Rosatom.

Meski demikian, kedua pihak belum mengumumkan jadwal pasti dimulainya pembangunan maupun waktu operasional pembangkit tersebut.

Rencana pembangunan PLTN Ninh Thuan sebenarnya telah disepakati oleh Rusia dan Vietnam sejak 2010. Namun proyek tersebut sempat ditunda sebelum akhirnya kembali dilanjutkan melalui perjanjian terbaru ini.

Selain proyek PLTN, kerja sama nuklir kedua negara juga mencakup pembangunan Pusat Sains dan Teknologi Nuklir di Vietnam, yang akan dilengkapi reaktor riset berdesain Rusia. Penyusunan studi kelayakan proyek tersebut ditargetkan selesai pada April 2026 sebelum kedua pihak membahas kontrak pembangunan.

Baca Juga: Perang AS-Israel Tak Kunjung Usai, Rusia Peringatkan Eropa untuk Beli Minyak Sebelum 'Mengantre Panjang'

Vietnam dan Rusia juga telah lama bekerja sama dalam pengoperasian reaktor riset Dalat yang menggunakan bahan bakar dari Rusia dan digunakan untuk produksi isotop medis.

Di luar sektor nuklir, kerja sama kedua negara juga meluas ke berbagai bidang lain, seperti pengembangan logistik melalui Jalur Laut Utara, pengiriman peti kemas oleh grup transportasi FESCO yang berada dalam lingkaran manajemen Rosatom, serta pengembangan teknologi aditif dan sistem penyimpanan energi.

Pada kesempatan yang sama, produsen gas alam cair Rusia Novatek juga menandatangani kesepakatan awal pasokan LNG dengan pembeli dari Vietnam. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hal-hal yang Perlu Diketahui Pemudik Sebelum Balik ke Jakarta
• 23 jam laludetik.com
thumb
Ada RI? 3 Negara Bakal Jadi Mediator "Gencatan Senjata" Perang AS-Iran
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Israel Tutup Akses Al-Aqsa 24 Hari Beruntun
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Debut John Herdman di GBK, Garuda Siap Tempur!
• 9 jam lalubola.com
thumb
Trump Ngaku Sudah Jalin Dialog dengan Iran Bahas Soal Perubahan Rezim
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.