Rusia Menyerukan Solusi “Politik dan Diplomatik” untuk Perang Iran

erabaru.net
12 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada hari Senin (23/3), Rusia menyerukan penyelesaian “politik dan diplomatik” untuk perang di Timur Tengah setelah ultimatum Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Trump mengancam akan “menghancurkan” pembangkit listrik Iran jika negara itu tidak membuka kembali jalur air strategis tersebut dalam waktu 48 jam, yang seharusnya berakhir pada Senin malam.

Jalur air tersebut tetap tertutup sejak awal perang, yang dipicu pada 28 Februari oleh pemboman AS-Israel terhadap Iran.

“Kami percaya bahwa situasi tersebut seharusnya beralih ke penyelesaian politik dan diplomatik,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, termasuk dari AFP, dalam sebuah konferensi pers.

“Ini adalah satu-satunya hal yang dapat secara efektif berkontribusi untuk meredakan situasi tegang yang kini telah berkembang di kawasan tersebut,” kata Peskov.

Rusia – yang membantu membangun satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran yang beroperasi di Bushehr – telah memperingatkan terhadap serangan yang dapat membahayakan lokasi tersebut, yang pekan lalu diumumkan oleh badan pengawas nuklir PBB telah terkena proyektil.

“Tentu saja, ini menimbulkan ancaman keamanan yang sangat serius jika tren ini berlanjut,” kata Peskov pada hari Senin.

“Kami menganggap serangan terhadap fasilitas nuklir berpotensi sangat berbahaya dan penuh dengan konsekuensi, bahkan mungkin tidak dapat dipulihkan,” tambahnya.

Rusia terus berdialog dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengenai pembangkit Bushehr, kata Peskov.

“Kepala badan tersebut, Rafael Grossi, menyerukan pengekangan selama konflik untuk menghindari risiko kecelakaan nuklir,” kata IAEA dalam sebuah pernyataan pekan lalu. (yn)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setelah Tampil Gacor di Brasil, Veda Ega Pratama Pede Taklukkan Moto3 Amerika Serikat 2026
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Driver Ojol Bagikan Momen Kebahagiaan Halalbihalal di Istana saat Bertemu Prabowo
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Sosok WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori, Ternyata Pedagang Parfum di Mangga Dua
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
"Rest Area" Km 52B Ruas Tol Jakarta–Cikampek Ditutup Sementara
• 9 jam lalukompas.id
thumb
PELNI Larantuka Catat Lonjakan Signifikan Penumpang Arus Mudik Lebaran
• 10 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.