Singapura-Australia Amankan Pasokan Energi di Tengah Krisis Timur Tengah

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Singapura dan Australia berkomitmen bekerja sama untuk memastikan pasokan komoditas energi utama—seperti gas alam cair (LNG) dan minyak bumi termasuk diesel—tetap mengalir di antara kedua negara.

Dalam pernyataan bersama yang dikutip dari Straits Times, Selasa (24/3/2026), Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat ketahanan energi.

Kedua pemimpin menyatakan bahwa Singapura dan Australia akan saling berkonsultasi apabila terjadi gangguan yang berdampak pada perdagangan energi antara kedua negara.

“Kami memiliki hubungan yang telah lama terjalin dan mendalam, yang didasarkan pada kepercayaan strategis, pasar terbuka, serta perdagangan berbasis aturan yang menopang kemakmuran dan keamanan masyarakat kami serta kawasan,” ujar keduanya dalam pernyataan tersebut.

Baca Juga : RI Amankan 2 Kargo LPG dari Australia di Tengah Konflik Timur Tengah

Mereka menambahkan bahwa penegasan kembali prinsip-prinsip bersama tersebut menjadi sangat penting dalam situasi saat ini.

Singapura dan Australia juga menyatakan keprihatinan mendalam terhadap situasi di Timur Tengah dan dampaknya terhadap kawasan, termasuk potensi gangguan pada rantai pasok energi serta kenaikan harga.

“Kami berkomitmen bekerja sama untuk memperkuat ketahanan rantai pasok energi, termasuk dengan memperdalam kerja sama regional, mempercepat transisi energi terbarukan, mengatasi pembatasan impor dan ekspor yang tidak berdasar, serta menjaga arus perdagangan tetap terbuka,” demikian pernyataan bersama tersebut.

Kedua negara juga akan meningkatkan pembahasan mengenai pengaturan perdagangan pasokan penting, sejalan dengan deklarasi bersama Comprehensive Strategic Partnership 2.0 yang disepakati pada Oktober 2025.

Selain itu, Singapura dan Australia akan menjajaki kemungkinan komitmen yang mengikat secara hukum di masa depan, termasuk mekanisme bilateral seperti konsultasi dan pemberitahuan dini apabila terjadi potensi gangguan pasokan.

Dalam pernyataan tersebut, kedua pemimpin juga mengajak mitra dagang lainnya untuk bekerja sama memastikan rantai pasok energi global tetap terbuka demi keamanan dan kemakmuran masyarakat.

Mengutip Channel News Asia, konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah merusak infrastruktur energi di sejumlah negara Teluk seperti Qatar, salah satu eksportir utama LNG dunia. Konflik tersebut juga secara efektif menutup Selat Hormuz—jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global.

Gangguan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap dampaknya terhadap pasokan energi global.

Australia sendiri merupakan salah satu produsen LNG terbesar di dunia, bersama Qatar, Amerika Serikat, dan Rusia.

LNG diperdagangkan secara global sehingga gangguan pasokan dapat dengan cepat memicu efek berantai di berbagai kawasan, terutama ketika pembeli bersaing mendapatkan kargo yang terbatas.

Situasi ini menjadi krusial bagi Singapura, di mana sekitar 95% listrik di negara tersebut dihasilkan dari gas alam impor, baik dalam bentuk LNG maupun gas pipa dari negara tetangga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reynolds Boughton RB44, Truk Militer Inggris Andalan untuk Misi Kemanusiaan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kim Jong-Un Tegaskan Status Nuklir Korea Utara Tak Berubah, Ancam Korea Selatan
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketegangan Timur Tengah, Iran Bakal Tutup Total Selat Hormuz Pasca Diancam Trump | KOMPAS PETANG
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
JELAJAH LEBARAN 2026: Resiliensi Bakpia Rumahan di Bawah Bayang-bayang Nama Besar
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Jarang Bicara Usai Pisah dengan Megawati Hangestri, Kapten Yeum Hye-seon Akhirnya Speak Up Soal Red Sparks Musim Ini
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.