India Mulai Rasakan Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia, Inflasi Terancam Tembus 5 Persen

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Kenaikan harga minyak dunia menjadi dampak paling nyata dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Memasuki pekan ketiga, India mulai merasakan efek dari  lonjakan harga energi. 

Negara di ujung benua Asia ini sangat bergantung pada impor energi, yakni sebesar 85–90 persen kebutuhan minyak mentahnya berasal dari luar negeri. Alhasil, kenaikan harga minyak global mendorong meningkatnya biaya di berbagai sektor ikut melonjak, mulai dari transportasi, manufaktur, hingga harga barang dan jasa yang harus ditanggung konsumen.

Baca Juga :
Harga Minyak Dunia Tembus US$112, Analis Peringatkan Pertanda Buruk Bagi Ekonomi Global
Harga Minyak Dunia Rontok Usai AS Beri Sinyal Cabut Sanksi Kapal Tanker di Selat Hormuz

Tanda-tanda tekanan bahkan sudah mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Distribusi gas memasak mengalami perlambatan, sementara pelaku usaha yang bergantung pada LPG dan LNG, seperti restoran dan industri kecil, mulai merasakan dampaknya.

Direktur PGPM sekaligus Profesor Ekonomi Great Lakes Gurgaon, Dr. VP Singh, memperingatkan, kenaikan harga minyak dapat memicu lonjakan inflasi dalam waktu dekat. “Jika harga minyak bertahan di atas US$100 per barel, inflasi bisa melampaui 5 persen dalam beberapa kuartal ke depan,” ujarnya dikutip dari India Today, Selasa, 24 Maret 2026.

Ilustrasi Harga Minyak
Photo :
  • en.mehrnews.com

Singh melihat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat konsumen dalam negeri tidak akan bisa ditahan lebih lama lagi. Pasalnya, harga BBM di SPBU seyogyanya mencerminkan harga minyak mentah yang sebenarnya.

Di tingkat global, tekanan yang muncul juga berpotensi lebih luas. Singh menilai risiko perlambatan ekonomi dunia semakin besar jika gangguan pasokan energi terus berlanjut, terutama karena banyak negara masih bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.

“Ada kemungkinan besar terjadi perlambatan ekonomi global jika gangguan ini berlanjut, khususnya karena ekonomi besar masih sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah,” jelas Singh.

Di satu sisi, Singh menilai India masih memiliki daya tahan yang relatif lebih baik dibandingkan negara lain. Menurutnya, India memiliki kinerja keuangan yang baik.

“India kemungkinan tetap berada dalam jalur pertumbuhan, dengan risiko resesi yang terbatas,” tambahnya.

Saat ini, ekonomi global memang belum memasuki fase resesi. Namun, sejumlah indikator yang biasanya menjadi pemicu mulai terlihat seperti kenaikan harga energi, ketidakpastian pasokan, serta tekanan biaya yang merambat dari pasar ke rumah tangga menjadi sinyal awal yang patut diwaspadai.

Baca Juga :
Tok! The Fed Tahan Suku Bunga 3,5 Persen, Arah Ekonomi AS Abu-Abu Efek Perang Iran
Israel Bunuh Menteri Intelijen Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak Usai Iran Ancam Serangan Balasan
Rumah Sakit di India Kebakaran, 10 Pasien Tewas 11 Perawat Luka Bakar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seorang Wisatawan Lokal Tewas Tenggelam di Pantai Garut
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Kecelakaan Beruntun di PIK, Dua Pengendara Motor Tewas
• 52 menit lalukompas.id
thumb
Arus Balik Lebaran 2026: Cek Cara Top Up e-money, Brizzi, TapCash, Flazz via HP
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Volume Kendaraan Arus Balik di Tol Kalikangkung Capai 3.000 Kendaraan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Netanyahu Klaim Eliminasi Ilmuwan Nuklir Iran di Tengah Simpang Siur Dialog Diplomatik
• 9 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.