Korlantas Polri mulai menerapkan strategi jelang puncak arus balik Lebaran 2026. Koordinasi lintas sektoral diperkuat untuk memastikan perjalanan pemudik kembali ke kota asal tetap aman dan terkendali.
Dalam kunjungan kerja di Command Center KM 29, Korlantas Polri bersama Jasa Raharja melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen lalu lintas yang sudah berjalan. Langkah ini sekaligus menjadi momen pematangan skema pengamanan untuk menghadapi lonjakan kendaraan di fase arus balik.
Berdasarkan laporan di laman resmi korlantas Polri, Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Ariyani Suzana mengatakan, kesiapan personel sudah disiagakan penuh untuk mendukung pengamanan di jalur-jalur krusial.
“Hari ini saya memonitor kegiatan teman-teman Jasa Raharja dan persiapannya menghadapi arus balik nanti. Kami berkoordinasi dengan Korlantas untuk melihat kesiapan seluruh stakeholder dalam menghadapi para pemudik untuk masa perjalanan pulang. Insyaallah semua berjalan lancar,” buka Dewi, disitat dari laman resmi Korlantas Polri, Selasa (24/6/2026).
Di sisi lain, Kaposko Operasi Ketupat 2026 Command Center KM 29, Bayu Pratama Gubunagi, menilai kolaborasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran lalu lintas. Terutama saat penerapan rekayasa seperti contraflow yang membutuhkan pengawasan ekstra di lapangan.
“Ini adalah bentuk sinergi kami dari stakeholder terkait dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik pada saat arus mudik kemarin maupun menghadapi arus balik ini. Rekan-rekan dari Jasa Raharja sangat membantu kami dalam upaya rekayasa lalu lintas, di mana kita senantiasa selalu menyisir bahu jalan maupun jalur contraflow apabila ada hambatan,” jelasnya.
Korlantas memprediksi pergerakan arus balik akan terbagi dalam dua gelombang besar. Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret, sementara gelombang kedua terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Mengantisipasi hal tersebut, berbagai instrumen rekayasa lalu lintas telah disiapkan. Mulai dari skema satu arah (one way), contraflow, hingga sistem ganjil-genap yang akan diterapkan secara fleksibel mengikuti dinamika volume kendaraan.
“Insya Allah kita semua siap dalam menghadapi gelombang arus balik ini. Berbagai upaya akan terus kita lakukan mengikuti perkembangan situasi di lapangan,” tambahnya.
Dengan strategi yang disiapkan secara dinamis, Korlantas berharap distribusi kendaraan saat arus balik bisa lebih merata. Sehingga potensi kepadatan ekstrem di ruas tol utama dapat ditekan, sekaligus menjaga kenyamanan perjalanan pemudik.
"Saat ini perjalanan pemudik arus balik sudah mulai ada peningkatan, dan kami akan terus pantau setiap jam dan setiap menit untuk melakukan upaya-upaya terbaik bagi masyarakat," tuntas Bayu.




