Pantau - Peneliti senior Pusat Riset Politik BRIN Lili Romli menilai langkah Presiden Prabowo Subianto merangkul tokoh nasional dalam gelar griya Idul Fitri di Istana Kepresidenan mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.
Dialog Terbuka Dinilai Perkuat StabilitasLili Romli mengatakan keterbukaan dialog yang dibangun Presiden melalui pertemuan dengan berbagai tokoh menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi kondusif.
“Tentu saja dengan adanya dialog secara terbuka tersebut menjaga situasi kondusif bagi stabilitas politik dan keamanan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (24/3/2026).
Ia menekankan bahwa langkah tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada momentum hari raya.
“Dengan mengundang berbagai kalangan tersebut suatu yang baik dan harus terus dilakukan agar ada dialog dua arah sehingga terbangun kesepahaman sesama anak bangsa, yang sama-sama ingin bangsa ini bukan saja aman, tapi maju dan sejahtera,” katanya.
Media Komunikasi Kebijakan dan Silaturahmi NasionalMenurut Lili, kegiatan gelar griya juga menjadi sarana Presiden untuk menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah secara langsung kepada para tokoh dan elit politik.
“Presiden mengundang sejumlah tokoh atau elit politik tersebut, saya kira dalam rangka untuk membangun komunikasi secara langsung dan menjelaskan berbagai kebijakan yang diambil dan dijalankan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa efektivitas dialog akan bergantung pada tindak lanjut terhadap masukan yang diberikan para tokoh.
“Namun persoalan akan muncul manakala masukan dari berbagai tokoh tersebut diabaikan dan tidak ditindaklanjuti. Dialog dianggap hanya formalitas, bukan untuk menerima masukan dan saran, tetapi saya yakin presiden akan menerima dengan lapang dada semua masukan dari berbagai kalangan tersebut,” tuturnya.
Gelar griya tersebut dihadiri jajaran menteri, pimpinan lembaga negara, serta tokoh nasional termasuk Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.




