Australia-Uni Eropa Teken Perjanjian Dagang, Ingin Kurangi Ketergantungan China

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Australia dan Uni Eropa (UE) resmi menyepakati perjanjian perdagangan. Hal ini salah satunya dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap China terkait logam tanah jarang dan mineral kritis lainnya.

Dikutip dari Reuters, Selasa (24/3), perjanjian tersebut sudah dirundingkan selama delapan tahun terakhir. Dengan perjanjian itu, tarif untuk hampir seluruh barang asal Eropa dan seluruh ekspor mineral kritis Australia dihapus.

“Uni Eropa dan Australia mungkin berjauhan secara geografis, tetapi kita sangat dekat dalam cara pandang terhadap dunia. Dengan kemitraan baru yang dinamis di bidang keamanan, pertahanan, dan perdagangan, kita semakin mendekat,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Kesepakatan ini tercapai setelah kedua pihak meningkatkan pembicaraan di tengah lonjakan tarif AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, serta meningkatnya kekhawatiran barat terhadap dominasi China dalam pasokan logam tanah jarang dan mineral kritis lainnya.

“Bagi Eropa dan Australia, mengelola hubungan dengan China adalah langkah strategis. Inilah sebabnya kemitraan mineral kritis menjadi kunci kesuksesan kita. Kita tidak boleh terlalu bergantung pada satu pemasok untuk komoditas penting, dan itulah alasan kita saling membutuhkan,” ujarnya.

Perjanjian ini akan menghapus lebih dari 99 persen tarif atas ekspor barang Uni Eropa ke Australia dan memangkas bea hingga 1 miliar euro per tahun bagi perusahaan. Nantinya, ekspor Uni Eropa ke Australia juga diperkirakan akan tumbuh hingga 33 persen dalam satu dekade ke depan.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan kesepakatan ini akan bernilai sekitar AUD 10 miliar atau sekitar USD 7 miliar per tahun bagi perekonomian Australia. Menurutnya, penghapusan hampir seluruh tarif impor mineral kritis Australia ke Uni Eropa juga akan membantu menstabilkan rantai pasok global.

Meski demikian, beberapa produk pertanian Australia seperti daging sapi dan daging domba akan dikenakan kuota ekspor. Hal ini mendapat kritik keras dari para peternak di Australia.

“Petani Australia sangat kecewa karena perundingan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa berakhir tanpa peningkatan akses pasar pertanian yang berarti sejak Australia sebelumnya menarik diri dari negosiasi,” kata Presiden National Farmers Federation Australia, Hamish McIntyre.

Uni Eropa memang akan menghapus tarif untuk banyak produk pertanian, namun beberapa ekspor utama akan tetap dikenai kuota. Untuk daging sapi yang menjadi salah satu isu utama hingga menggagalkan perundingan pada 2023, Uni Eropa akan membuka dua kuota tarif sebesar total 30.600 ton metrik dengan sekitar 55 persen volumenya bebas bea masuk.

Sementara itu, Australia akan mengenakan tarif nol untuk produk Eropa seperti anggur, sparkling wine, buah dan sayuran, serta cokelat sejak hari pertama. Sementara untuk keju, tarif nol akan berlaku dalam tiga tahun lagi.

Australia juga setuju untuk menaikkan ambang batas pajak mobil mewah untuk kendaraan listrik Uni Eropa menjadi AUD 120.000 atau sekitar USD 83.600. Dengan begitu, sekitar 75 persen kendaraan listrik dari Uni Eropa akan dibebaskan dari pajak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Akio Toyoda Lahirkan Divisi Gazoo Racing
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kisah Manis Getir Pedagang di Ragunan pada Momen Libur Lebaran 2026
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Hasil Cek Kesehatan KPK: Gus Yaqut Idap GERD dan Asma
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Filipina Deklarasi Darurat Energi Buntut Perang AS-Israel dan Iran
• 1 jam laludetik.com
thumb
Arus Balik Memuncak, Pelabuhan Jagoh Dipadati Pemudik
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.