Jalan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, sempat mengalami macet parah pada Senin (23/3) hingga Selasa (24/3). Wisatawan bahkan sampai harus bermalam di jalan karena arus lalu lintas tersendat.
Terkait kemacetan tersebut, Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Abdurrohman Hidayat mengungkapkan penyebabnya. Menurutnya kemacetan karena medan jalan yang menanjak sehingga kendaraan harus berhenti sejenak.
"Untuk Cikidang kemarin sempat terjadi kepadatan, namun dari Satlantas juga langsung turun melaksanakan penguraian hingga dini hari, Alhamdulillah terpantau lancar," kata Hidayat, Selasa (24/3).
"Penyebabnya jalur Cikidang menanjak yang sangat ekstrem, sehingga ditemukan beberapa kendaraan yang mengalami hambatan ketika menanjak sehingga berhenti kemudian mengganggu arus lalu lintas," tambahnya.
Jalan Cikidang menjadi salah satu rute yang dilalui kendaraan wisatawan pada saat momen libur Lebaran menuju kawasan wisata Palabuhanratu.
Selain itu, terdapat jalur lain yakni melalui Warungkiara untuk mencapai wilayah Palabuhanratu.
Menurut Hidayat, jalur Warungkiara memiliki kondisi jalan yang relatif lebih lebar dibandingkan jalur Cikidang. "Jalur Warungkiara lebih lebar dan lebih sanggup menampung kendaraan berapa pun," ujarnya.
Sebelumnya, kemacetan di Jalan Cikidang membuat sejumlah kendaraan terjebak hingga berjam-jam. Kepadatan arus lalu lintas terjadi sejak Senin sore ketika meningkatnya volume kendaraan dan pada Selasa (24/3) pagi masih tampak titik-titik kemacetan.
Berdasarkan pantauan kumparan, titik kemacetan berada di kawasan Sampora, Kecamatan Cikidang, yang berbatasan dengan Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu.
Sementara itu, pada Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB, kepadatan di sejumlah titik mulai terurai. Meski demikian, arus kendaraan masih terlihat ramai, baik yang menuju kawasan wisata Palabuhanratu maupun yang kembali dari arah tersebut.





