Ledakan mengguncang beberapa daerah di utara Beirut, Lebanon, yang sejauh ini terhindar dari perang Israel-Hezbollah yang sedang berlangsung. Menurut warga dan media lokal, dengan seorang pejabat militer mengatakan ledakan tersebut kemungkinan berasal dari rudal Iran yang dicegat.
Dilansir dari AFP, Rabu (25/3/2026), rekaman yang disiarkan oleh saluran lokal LBCI di kota pesisir Sahel Alma menunjukkan sebuah bangunan dengan jendela yang pecah dan serpihan yang menembus salah satu dindingnya, serta retakan di dinding kecil di sebelahnya.
Seorang pejabat militer Lebanon mengatakan kepada AFP bahwa mereka menduga penyebabnya adalah "kemungkinan rudal pencegat" yang menargetkan "rudal kluster Iran, dan proyektil tersebut telah menyebar ke beberapa daerah".
Ia tidak menyebutkan target rudal atau siapa yang mencegatnya, tetapi Israel yang bertetangga secara rutin menembak jatuh tembakan yang datang dari Iran.
Video di media sosial menunjukkan asap mengepul dari beberapa lokasi.
Media lokal dan warga di setidaknya tiga wilayah di utara Beirut melaporkan ledakan yang menyebabkan kepanikan dan kebingungan, karena wilayah-wilayah ini sejauh ini belum tersentuh oleh perang yang sedang berlangsung antara Hizbullah yang didukung Iran dan Israel.
Serangan Israel sebagian besar menghantam wilayah selatan dan timur Lebanon, serta wilayah di dalam dan sekitar Beirut.
Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah juga mengaitkan ledakan tersebut dengan "rudal pencegat", melaporkan bahwa salah satunya jatuh di kota pegunungan Faitroun.
"Sejumlah warga mengalami luka ringan akibat pecahan peluru," tambahnya.
(maa/maa)





