BLITAR (Realita)– Dalam upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan serta mengantisipasi potensi gangguan akibat penerbangan balon udara liar, PLN melalui UPT Madiun bersinergi dengan TNI dan Polri melaksanakan Operasi Grebek Balon Udara di wilayah Kabupaten Blitar bagian barat yang masuk dalam zona merah penerbangan balon udara.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (21/3) ini melibatkan Tim HSSE PLN UPT Madiun bersama tim ULTG Kediri, serta didukung oleh jajaran Polsek Srengat, Polsek Ponggok, dan Polsek Sanankulon. Operasi dimulai sejak pukul 05.00 WIB hingga 10.00 WIB dengan menyisir sepanjang jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Tulungagung–Trenggalek, khususnya pada bentang tower T.56–T.57 yang menjadi salah satu titik rawan aktivitas penerbangan balon udara.
Baca juga: 250 Santunan Dhuafa Disalurkan Kolaborasi YBM PLN UIT JBM dan Kelurahan Ketegan Sambut Idul Fitri 1447 H
Kegiatan ini bertujuan memastikan tidak adanya aktivitas balon udara di sekitar jalur transmisi listrik yang berpotensi menimbulkan gangguan, seperti flashover maupun trip pada jaringan listrik. Selain itu, operasi ini juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat terkait bahaya balon udara liar, terutama yang dilengkapi petasan.
Selama pelaksanaan operasi, tim gabungan berhasil mengamankan sekitar 6 balon udara beserta petasan sebagai barang bukti. Selanjutnya, seluruh barang bukti tersebut diamankan oleh aparat kepolisian untuk proses lebih lanjut.
Perwakilan PLN menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya menjelang dan selama periode Hari Raya Idul Fitri, di mana aktivitas penerbangan balon udara cenderung meningkat di beberapa wilayah.
Baca juga: PLN UIT JBM Siagakan 1.390 Personel Untuk Jaga Keandalan Pasokan Listrik di Jawa Timur dan Bali
“Melalui sinergi bersama TNI dan Polri, kami berupaya meminimalisir potensi gangguan pada jaringan transmisi akibat balon udara. Keselamatan masyarakat dan keandalan listrik menjadi prioritas utama kami,” ujar perwakilan Tim HSSE PLN UPT Madiun.
General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, turut mengingatkan masyarakat akan bahaya balon udara liar yang dapat mengancam keselamatan dan keandalan listrik.
Baca juga: PLN UIT JBM Berbagi Kebahagiaan Ramadan Dengan Pengemudi Ojol di Gresik
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara liar, apalagi yang dilengkapi petasan. Selain berisiko menyebabkan gangguan listrik, hal tersebut juga dapat membahayakan keselamatan jiwa dan lingkungan sekitar. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dan keandalan listrik demi kenyamanan bersama, khususnya di momen Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Ika.
PLN juga menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi gangguan akibat balon udara dapat diminimalisir. Ty
Editor : Redaksi





