JAKARTA, DISWAY.ID-- Ada yang baru dan berbeda dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika pada biasanya program besutan Prabowo Subianto itu disajikan dalam bentuk omprengan (food tray) kini akan disajikan secara prasmanan Halal Bihalal di sekolah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Fariz Alaudin selaku Kepala SPPG Dapoer Rahayu Pulo Gebang, Jakarta Timur.
BACA JUGA:KAI Logistik Angkut 9.110 Motor, Jadi Kiriman Terbanyak Saat Arus Mudik 2026
Fariz Alaudin bercerita kepada jurnalis Disway, bahwa ia baru saja mendapatkan instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN) ihwal rencana penyegaran menu MBG di sekolah dengan versi Prasmanan Halal Bihalal.
Fariz mengaku diminta untuk mendata sekolah secara persuasif yang akan mengadakan acara Halal Bihalal untuk nantinya disajikan menu MBG versi Prasmanan.
"Sudah ada instruksi baru. SPPG sekarang diminta melakukan pendekatan secara persuasif. Baru saja keluar instruksi untuk mendata sekolah-sekolah yang akan mengadakan acara Halal Bihalal. SPPG disuruh menawarkan mekanisme prasmanan untuk acara tersebut," ujar Fariz kepada Disway, Rabu 25 Maret 2026.
BACA JUGA:Sopir BYD Penabrak Kolam Bundaran HI Wajib Ganti Rugi Kerusakan
Lebih lanjut, Fariz menjelaskan bahwa pihak SPPG menawarkan diri untuk melakukan perubahan menu MBG secara prasmanan sebagai bentuk pendekatan persuasif kepada penerima manfaat di sekolah.
Tak hanya itu saja, inovasi penyegaran menu MBG tersebut juga bisa menjaga kualitas pelayanan agar terjalin komunikasi dan kedekatan secara emosional.
"Ini adalah salah satu cara pendekatan persuasif dari SPPG ke pihak sekolah selaku penerima manfaat. Artinya, kita tidak hanya bekerja untuk kualitas makanan, tapi juga menjaga kualitas pelayanan melalui komunikasi agar terjalin kedekatan emosional," tuturnya.
BACA JUGA:SPPG Sumringah Prabowo Jamin Keberlanjutan MBG di Tengah Gejolak Energi Global
Secara teknis, kata Fariz, penerapan menu MBG 'Prasmanan Halal Bihalal' ini akan tetap menggunakan food tray yang disediakan dan berkumpul pada satu titik sekolah. Namun, Fariz masih tetap menunggu arahan dari Kepala Regional Jakarta.
"Secara teknis, distribusinya tetap menggunakan food tray atau ompreng. Nanti jam makan serentaknya mungkin disajikan di satu tempat di halaman sekolah. Kita juga masih menunggu instruksi lanjutan dari Kepala Regional Jakarta," pungkasnya.





