JAKARTA, KOMPAS.com - Motif perempuan berinisial JSLP (20) memilih Istana Merdeka, Jakarta Pusat, sebagai lokasi percobaan bunuh diri masih belum diketahui.
Polisi menyebut kondisi psikologis korban belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara mendalam.
Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, mengatakan pihaknya belum bisa banyak berkomunikasi dengan JSLP.
“Memang dari kami belum banyak bertanya dengan si korban. Karena dia pun cuma (menjawab) sepatah kata dua kata kita tanya, ‘iya’, ‘enggak’,” ujar Rita saat dihubungi, Rabu (25/3/2026).
“Masih belum bisa komunikasi dengan baik. Jadi kita pun mau ajak bicara takutnya mengganggu dia, malah menambah depresinya dia,” lanjutnya.
Baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual Wanita yang Hendak Bunuh Diri di Istana adalah ASN Daerah
Rita mengungkapkan, JSLP merupakan korban pelecehan seksual pada 2023 di wilayah Jakarta Pusat.
Kasus tersebut sempat dilaporkan ke polisi, namun berakhir setelah keluarga kedua belah pihak sepakat menikahkan korban dengan pelaku.
Ia juga mengonfirmasi bahwa pelaku merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang berdinas di Tolitoli, Sulawesi Tengah. Keduanya diketahui telah saling mengenal sebelum peristiwa terjadi.
“Bukan baru kenal lalu kejadian (pelecehan). Mereka sudah kenal. Teman,” kata Rita.
Meski demikian, ia menegaskan peristiwa pelecehan tersebut terjadi saat korban masih di bawah umur dan tidak dapat dibenarkan.
“Dia (JSLP) di bawah umur yang sepantasnya tidak dibegitukan,” ujarnya.
Polisi juga belum dapat memastikan apakah pemilihan lokasi di Istana Merdeka berkaitan dengan latar belakang pelaku.
Baca juga: Di Balik Percobaan Bunuh Diri di Depan Istana, Seorang Wanita Berjuang dengan Trauma dan Kekerasan
Depresi dan Diduga Hendak Bunuh Diri
Sebelumnya, JSLP diamankan polisi karena diduga hendak bunuh diri di depan gerbang Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/3/2026) malam.
Peristiwa bermula saat anggota Pasukan Pengamanan Kepresidenan (Paspampres) melihat seorang perempuan bertindak mencurigakan sekitar pukul 23.35 WIB di sekitar pos penjagaan.