REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Polri telah resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang diadakan selama 13 hari, dimulai pada Jumat (13/3) hingga Rabu (25/3). Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengonfirmasi penutupan operasi tersebut pada Kamis dini hari di Semarang, Jawa Tengah.
Operasi Ketupat 2026 berakhir pada Rabu malam pukul 24.00 WIB, berdasarkan instruksi dari Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Setelah operasi ini, Polri akan melanjutkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menjelang puncak arus balik kedua pada 28-29 Maret 2026.
Selama pelaksanaan operasi, volume kendaraan pada puncak arus mudik mencapai rekor tertinggi sebanyak 270.315 kendaraan, meningkat 4,62 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 258.512 kendaraan. Meski terjadi peningkatan volume, arus lalu lintas tetap terkendali berkat strategi rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan one way nasional.
Irjen Pol. Agus menyatakan bahwa upaya manajemen rekayasa lalu lintas yang diterapkan berhasil memecah dan mengelola arus kendaraan dengan baik. Selain itu, selama operasi ini, tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas turun sebesar 30,89 persen, dan jumlah peristiwa kecelakaan mengalami penurunan 5,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kakorlantas juga mengapresiasi kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas yang berkontribusi pada penurunan kasus kecelakaan.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.