Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian Perang Timur Tengah

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia naik pada Rabu (25/3/2026), didorong penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi.

Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian Perang Timur Tengah. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia naik pada Rabu (25/3/2026), didorong penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi dan menahan ekspektasi kenaikan suku bunga, meskipun ketidakpastian terkait konflik Timur Tengah masih membayangi.

Emas spot naik 0,71 persen ke level USD4.506,27 per troy ons setelah sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan pada Senin.

Baca Juga:
Mencari Saham Potensi Cuan di Tengah Gejolak Harga Minyak Global

"Emas sedang mengalami pemulihan teknikal dan juga didukung oleh optimisme bahwa konflik yang melibatkan Iran mulai mereda, yang membantu menurunkan harga minyak," ujar Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan, "Kita masih perlu melihat pelonggaran kekhawatiran inflasi lebih lanjut untuk mulai mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan suku bunga AS pada tahun ini. Emas bisa kembali naik ke USD5.000 jika hal tersebut terjadi."

Baca Juga:
Laba CDIA Melejit Jadi Rp2,17 Triliun, Bisnis Logistik Tumbuh 551 Persen

Harga minyak turun setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang.

Iran masih meninjau proposal tersebut meskipun respons awalnya negatif, menurut pejabat senior Iran kepada Reuters.

Baca Juga:
Iran Sedang Meninjau Proposal AS Namun Tak Tertarik untuk Diskusi

Sementara itu, Pentagon berencana mengirim ribuan pasukan lintas udara ke kawasan Teluk guna memberi lebih banyak opsi kepada Presiden Donald Trump untuk memerintahkan serangan darat, menurut sejumlah sumber.

Penurunan harga minyak membantu meredakan tekanan inflasi dan mengurangi peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Meski dikenal sebagai lindung nilai inflasi, emas cenderung kehilangan daya tarik dalam lingkungan suku bunga tinggi karena meningkatnya biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Analis SP Angel dalam catatannya menyebut volatilitas harga emas belakangan ini mencerminkan lonjakan signifikan aliran investasi spekulatif sepanjang 2025.

"Penurunan harga terbaru memicu keluarnya sebagian besar modal tersebut. Namun, kami melihat tren diversifikasi cadangan bank sentral diperkirakan berlanjut, dengan pendatang baru mulai membeli pada 2026,” tulis mereka.

Emas spot melonjak 64 persen tahun lalu dan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD5.594,82 per ons pada 29 Januari.

Pergerakan logam lainnya, perak spot naik 1,7 persen ke USD72,41, platinum menguat 0,1 persen ke USD1.936,00, sementara paladium turun 1 persen ke USD1.424,99. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang di Iran Ancam Pariwisata, Thailand Bisa Kehilangan 3 Juta Wisman
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Iran akan Permanenkan Penerapan Tarif Tol Selat Hormuz, Parlemen Siapkan UU
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Catat, Truk Sumbu Tiga Masih Dilarang Melintas hingga 29 Maret 2026
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
TAUD Pertanyakan Pergantian Kepala BAIS TNI Usai Kasus Andrie Yunus, Ada Kesan Menutupi
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Komisi III DPR Bakal Rapat Bahas Dugaan Pelecehan Seksual Ustadz SAM
• 1 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.