NASA Siapkan Pangkalan di Bulan, Investasi Rp300 Triliun untuk Misi Ambisius

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

SEBAGAI kepala NASA yang baru, Jared Isaacman nampaknya sedang membentuk kembali badan antariksa tersebut dengan meluncurkan misi-misi ambisius. Pada acara Ignition (24/03), Isaacman mengumumkan rencana untuk memperbarui pangkalan antariksa di Bulan.

Meskipun NASA telah lama berencana untuk menciptakan pemukiman di Bulan agar para astronot dapat tinggal dan bekerja secara lebih permanen, acara tersebut menandai pertama kalinya NASA mengungkapkan timeline dan peta jalan untuk upaya tersebut.

Investasi US$20 Miliar untuk Pangkalan di Bulan

Isaacman mengungkapkan pihaknya telah menginvestasikan sekitar US$20 miliar selama tujuh tahun untuk membangun pangkalan bulan di dekat kutub selatan yang dilengkapi dengan habitat, kendaraan penjelajah, dan sistem tenaga nuklir. Angka yang fantastis ini masih menjadi misteri bagi kebanyakan orang mengingat NASA masih memiliki proyek lainnya.

Baca juga : NASA Berpacu dengan Waktu Cari Pengganti Stasiun Luar Angkasa Internasional

Isaacman merencanakan untuk meluncurkan dua misi pendaratan di Bulan setiap tahun. Misi itu guna membangun hunian astronot semi-permanen di permukaan Bulan guna penjelajahan dan penelitian serta pengembangan teknologi yang dibutuhkan untuk penerbangan ke Mars di masa mendatang.

Di saat yang bersamaan dengan misi ambisius ini, Isaacman juga mengumumkan program pembangunan stasiun ruang angkasa Gateway di orbit Bulan akan dihentikan sementara. Ia mengalihkan fungsi komponen proyek tersebut untuk operasi yang lebih sesuai dengan pangkalan bulan sesuai dengan kebijakan pemerintahan Trump.

Fase Pembuatan Pangkalan Bulan

Pangkalan bulan tersebut akan dilaksanakan dalam tiga fase yang telah direncanakan secara matang.

Baca juga : Bukan Sekadar Gaya, Ini Alasan Astronaut Boleh Bawa iPhone ke Bulan

1. Fase satu: membangun, menguji, mempelajari

NASA beralih ke pendekatan modular melalui pengiriman Commercial Lunar Payload Services (CLPS) dan program Lunar Terrain Vehicle(LTV). NASA akan meningkatkan frekuensi aktivitas di Bulan hingga berbagai investigas ilmiah.

2. Fase kedua: membangun infrastruktur awal

NASA bergerak menuju infrastruktur semi layak huni dan logistik reguler. Pada fase ini NASA mendukung operasi astronot berulang termasuk dengan kerja sama bersama Badan Eksplorasi Ruang Angkasa Jepang (JAXA).

3. Fase tiga: memungkinkan kehadiran manusia jangka panjang

Seiring dengan beroperasinya sistem pendaratan manusia (HLS) yang mampu membawa kargo, NASA akan mengirimkan infrastruktur yang lebih berat untuk kehidupan manusia di Bulan

Misi yang Ambisius

Semenjak menjabat, Isaacman memang telah berupaya untuk merumuskan perubahan-perubahan “berani” daripada para pendahulunya. Rencana Isaacman ini akan mendorong NASA untuk mengubah persyaratan, kontrak, hingga infrastruktur luar angkasa yang ada.

Dalam acara tersebut, Isaacman secara eksplisit menekankan NASA akan menjadikan Bulan sebagai fokus utama dan menegaskan bahwa kegagalan bukanlah pilihan dalam misi ambisius ini. 

“Jika kita gagal, kita hanya akan menyaksikan para pesaing kita mencapai tujuan mereka di Bulan lebih cepat daripada kita. Kita tidak akan tinggal diam ketika jadwal molor atau anggaran terlampaui,” ucap Isaacman pada acara Ignition (24/3).

Sementara itu, misi berawak dari program Artemis yang disebut Artemis II akan dijadwalkan meluncur paling cepat pada 1 April 2026 dan akan terbang mengelilingi Bulan tanpa mendarat di sana. Tujuan utamanya adalah untuk kembali mendarat di Bulan pada awal tahun 2028 dan membuka jalan bagi pendaratan yang lebih sering setelah itu. (CBS News/NASA/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Romario Sindir Ancelotti Usai Tinggalkan Neymar
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Kasatgas PRR Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatera melalui Sinergi Antar-Daerah
• 14 jam lalueranasional.com
thumb
Foto Pakai Baju Adat Jawa Jadi Primadona Wisatawan di Malioboro
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Pendapatan Autopedia (ASLC) Capai Rp1 Triliun pada 2025, Sinyal Kuat Bisnis Mobil Bekas?
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Volume Penumpang KAI Daop 4 Semarang Tembus 830.000 Orang
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.