Liputan6.com, Jakarta - Penanganan infrastruktur sungai di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera menjadi salah satu fokus utama dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menilai langkah ini penting untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan.
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan kondisi sungai yang terdampak bencana perlu segera ditangani karena berkaitan langsung dengan sistem irigasi sawah dan tambak milik warga.
Advertisement
“Sungai bagi saya penting, ini akan makan waktu panjang untuk sungai karena jumlahnya banyak. Totalnya itu banyak yang sedimen, panjang dan lebar. Penanganan ini mendesak karena berkaitan langsung dengan sawah dan tambak milik warga,” ujar Tito di Jakarta, Senin (23/3/2026).




