NasDem menanggapi rencana pemerintah yang akan menerapkan kebijakan work from home selama sehari dalam sepekan. Kebijakan WFH ini diterapkan dalam rangka menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara nasional akibat perang AS-Iran.
Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni mengatakan, pihaknya mendukung penuh usulan WFH bagi ASN dan sektor swasta non-kritikal.
"Tentunya kita mendukung penuh rencana ini," kata Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/3).
Wakil Ketua Komisi III DPR ini memberikan catatan. Menurutnya, agar efektif, WFH harus diterapkan secara nasional jangan hanya di provinsi tertentu.
"Terkait WFH kan jangkauan mesti nasional, kalau hanya wilayah tidak efektif," kata Sahroni.
Pemerintah belum mengumumkan, hari yang ditetapkan WFH nantinya. Sahroni memberikan masukan terkait ini.
"Kamis atau Jumat lebih baik," ucap dia.
Pemerintah Kaji WFHSebelumnya Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan skema WFG bagi ASN telah dibahas dalam rapat lintas kementerian. Pengumuman resmi akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian.
"Soal WFH sudah dirapatkan, tapi nanti biar satu suara. Oleh karena itu nanti, kemarin yang mimpin rapat kan Menko Ekonomi didampingi juga Menko PMK. Jadi ya, biar yang mengumumkan biar Pak Menko Ekonomi," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan, pembahasan skema tersebut telah dilakukan secara intensif dalam rapat yang berlangsung cukup lama.
"Udah rapat kemarin, rapat hampir 3 atau 4 jam. Ya, tapi kita sepakat untuk satu suara berarti yang menyampaikan, ya saya nggak tahu siapa di Istana. Apakah Pak Menko PMK, apakah Menteri Ekonomi, ataukah nanti oleh Pak Mensesneg. Jadi, kita hanya memberikan masukan-masukan saja, tapi saya nggak berwenang untuk menyampaikan ke publik," ujarnya.





