Bisnis.com, CIREBON - Pergerakan arus balik Lebaran di Terminal Tipe A Harjamukti, Kota Cirebon, terus mengalami peningkatan hingga Kamis (26/3/2026).
Lonjakan jumlah penumpang terlihat sejak awal pekan dan masih berlanjut, ditandai dengan padatnya area keberangkatan menuju wilayah Jabodetabek.
Berdasarkan data operasional terminal, jumlah penumpang yang berangkat mengalami kenaikan sekitar 15% dibandingkan dengan hari normal. Hingga Kamis pagi, tercatat sekitar 600 penumpang telah diberangkatkan menggunakan bus antarkota dengan tujuan utama Jakarta dan sekitarnya.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Harjamukti, Joko Santoso, mengatakan tren kenaikan penumpang ini menjadi indikator memasuki fase puncak arus balik, khususnya bagi kalangan pekerja yang mulai kembali beraktivitas.
“Sejak beberapa hari terakhir, pergerakan penumpang terus meningkat. Hingga pagi ini, jumlah keberangkatan mencapai sekitar 600 orang. Kenaikannya sekitar 15% dibandingkan hari biasa, dan ini menjadi salah satu titik puncak arus balik,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa dominasi penumpang berasal dari masyarakat yang bekerja di kawasan Jabodetabek dan harus kembali masuk kerja setelah libur Lebaran. Mobilitas ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga malam hari, seiring jadwal keberangkatan bus yang tetap beroperasi normal.
Baca Juga
- Arus Balik, Jasa Marga Catat 1,9 Juta Kendaraan Telah Kembali ke Jabodetabek
- Arus Balik Lebaran 2026 di Samarinda Tunjukkan Anomali
- Seskab Teddy Optimistis Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Aman dan Lancar
Meski terjadi lonjakan, kondisi di dalam terminal masih terpantau terkendali. Pihak pengelola memastikan ketersediaan armada bus dalam kondisi cukup untuk melayani kebutuhan penumpang, sehingga tidak terjadi antrean panjang yang signifikan.
“Armada masih mencukupi. Kami terus mengatur ritme keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan penumpang di dalam terminal,” kata Joko.
Selain melayani arus balik, Terminal Harjamukti juga masih mencatat adanya arus mudik susulan. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, lebih dari 350 penumpang tercatat tiba di Cirebon. Hal ini menunjukkan masih ada masyarakat yang baru melakukan perjalanan ke kampung halaman meskipun Lebaran telah berlalu beberapa hari.
Fenomena mudik susulan tersebut, menurut Joko, merupakan hal yang lazim terjadi setiap tahun. Beberapa faktor, seperti keterbatasan waktu cuti hingga kebutuhan keluarga, menjadi alasan masyarakat menunda perjalanan mudik.
“Masih ada penumpang yang datang ke Cirebon. Biasanya karena mereka baru mendapatkan waktu libur atau menyesuaikan dengan kondisi keluarga,” ujarnya.
Di sisi lain, otoritas terminal juga memperkirakan akan muncul gelombang kedua arus balik dalam beberapa hari ke depan. Lonjakan ini diprediksi terjadi pada akhir pekan, bertepatan dengan berakhirnya masa libur sekolah.
Perbedaan jadwal libur antara pekerja dan pelajar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola pergerakan penumpang. Jika pekerja kembali lebih awal, maka pelajar dan keluarga diperkirakan akan kembali melakukan perjalanan pada akhir pekan.
Salah satu penumpang, Dwi (45), warga Perumnas Kota Cirebon, mengaku memilih kembali ke Jakarta menggunakan bus karena dinilai lebih fleksibel. Ia bahkan menambah waktu cutinya untuk menghindari kepadatan di hari puncak.
“Seharusnya sudah masuk kerja, tapi saya ambil tambahan cuti satu hari. Naik bus lebih fleksibel, jadi bisa menyesuaikan waktu keberangkatan,” ujarnya.
Pihak terminal mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan balik untuk datang lebih awal ke terminal. Langkah ini dinilai penting guna mengantisipasi kepadatan, baik di area terminal maupun di jalur utama menuju Jakarta.





