CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) mulai hari ini, Rabu (25/3) hingga Sabtu (28/3). Kunjungan ini difokuskan pada misi dialog perdamaian internasional.
Juru bicara JK, Husain Abdullah, mengonfirmasi bahwa agenda utama JK dalam perjalanan empat hari tersebut adalah memenuhi undangan sebagai pembicara sekaligus mediator dalam diskusi mengenai stabilitas kawasan.
"Pak JK tidak ke Teheran tapi ke beberapa negara ASEAN menghadiri undangan dialog tentang perdamaian. Didampingi Prof. Hamid Awaludin," ujar Husain saat dikonfirmasi, Rabu (25/3).
Klarifikasi ini sekaligus menepis kabar burung yang sempat viral di media sosial yang menyebutkan bahwa tokoh perdamaian tersebut akan bertolak ke Teheran, Iran.
Isu tersebut sempat memicu perhatian publik mengingat situasi geopolitik di Timur Tengah yang saat ini sedang mengalami eskalasi ketegangan.
Namun, pihak JK menegaskan bahwa untuk pekan ini, fokus kegiatan sepenuhnya berada di lingkup Asia Tenggara. Husein memastikan tidak ada agenda di luar kawasan ASEAN dalam jadwal resmi yang telah disusun.
"Hanya ke negara ASEAN tanggal 25 sampai 28 Maret," tegas Husain menutup keterangannya.
Jusuf Kalla dikenal luas sebagai tokoh yang aktif dalam diplomasi perdamaian, baik di tingkat nasional maupun global.
Meski tidak lagi menjabat di pemerintahan, peran "diplomat partikelir" yang ia jalani sering kali membawa pesan perdamaian ke berbagai wilayah konflik, yang menjadi alasan kuat mengapa undangan dialog internasional terus mengalir kepadanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian spesifik mengenai negara mana saja di ASEAN yang akan menjadi titik singgah pertama dalam rangkaian kunjungan tersebut.




