Kesaksian Warga AS: Saya Benar-benar Sulit Hidup Tanpa Medsos

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Meta dan YouTube digugat di California, Amerika Serikat, dan divonis bersalah oleh juri dalam kasus kecanduan media sosial yang menimpa seorang perempuan bernama Kaley (20), pada Rabu (25/3).

Menurut laporan Reuters, Kaley dan ibunya menuduh platform tersebut sengaja membuatnya kecanduan sejak usia dini.

Dalam kesaksiannya, Kaley mengaku mulai menggunakan YouTube sejak usia 6 tahun dan Instagram sejak usia 9 tahun hingga penggunaan itu menjadi kebiasaan harian tanpa jeda.

Kepada Courthouse News Service, ia bahkan menyebut menggunakan media sosial “setiap hari sepanjang hari” dan pernah menghabiskan hingga 16 jam hanya untuk scrolling.

Kaley juga mengaku tidak bisa lepas dari ponselnya saat diminta berhenti oleh ibunya .

“Saya tidak bisa, benar-benar terlalu sulit untuk hidup tanpa itu (media sosial)”, ujarnya.

Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti kehilangan bagian besar dari dirinya dan membuatnya panik.

“Ketika saya tidak bisa mengakses medsos, saya langsung merasa panik,” ungkap Kaley seperti dikutip dari Reuters.

Dalam persidangan juga terungkap Kaley kerap mencari validasi dari jumlah likes dan bahkan membuat akun tambahan untuk menaikkan engagement kontennya sendiri.

Ia menyebut notifikasi dari aplikasi memberi sensasi menyenangkan atau “rush” yang membuatnya terus kembali membuka platform tersebut, demikian sebagaimana dilansir AP News.

Dampaknya, Kaley mengalami depresi, kecemasan, gangguan citra tubuh, hingga mulai melukai diri sejak usia 10 tahun.

Meski mengalami perundungan atau bullying di media sosial, ia tetap menggunakannya dan mengaku lebih terganggu saat tidak mengakses platform tersebut dibanding saat menerima komentar negatif.

Di sisi lain, dalam sidang lanjutan, terapis Kaley menyebut penggunaan media sosial hanya sebagai “contributing factor” terhadap kondisi mentalnya, bukan satu-satunya penyebab.

Meta sendiri membantah tuduhan tersebut dan menilai masalah yang dialami Kaley bisa saja sudah ada sebelumnya, sehingga tanggung jawab platform masih menjadi perdebatan di pengadilan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Gaji Pembalap Formula 1 2026: Max Verstappen dan Lewis Hamilton Paling Kaya
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
LPG 3 Kg Langka di Lombok, Begini Penjelasan Pertamina
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Inovasi Baru SPPG, Jemput Bola ke Sekolah dengan Menu MBG Prasmanan Halal Bihalal
• 18 jam laludisway.id
thumb
Respons KPK Usai Dilaporkan MAKI ke Dewas Buntut Tahanan Rumah Yaqut
• 23 menit laluliputan6.com
thumb
Demokrat Tegaskan Tak Bahas Politik saat Anies ke Rumah SBY: Jangan Spekulasi
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.