Komdigi Ungkap Hoaks Siaga 1 TNI hingga Isu BBM Rp16.000

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap sejumlah informasi palsu (hoaks) yang beredar di media sosial.

Salah satunya adalah unggahan di Facebook yang menggunakan logo dan mengatasnamakan Kompas.com. Konten tersebut memuat informasi mengenai status Siaga 1 Tentara Nasional Indonesia (TNI), disertai narasi yang meminta masyarakat melakukan persiapan darurat rumah tangga, termasuk menyetok makanan dan gas.

Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Konten tersebut merupakan hasil modifikasi dengan tambahan narasi hoaks. Dalam artikel aslinya, laporan mengenai status Siaga 1 TNI merujuk pada Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani oleh Asisten Operasi Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.

Telegram tersebut berisi perintah peningkatan kesiapan internal TNI, seperti patroli nonstop di objek vital, pemantauan udara selama 24 jam, serta pengamanan pusat ekonomi sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

“Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menegaskan ini langkah tugas pokok TNI menjaga keamanan negara, tanpa satupun arahan kepada masyarakat sipil untuk mempersiapkan atau menyetok barang kebutuhan rumah tangga,” tulis Komdigi dalam laman resminya dikutip pada Kamis (26/3/2026).

Selain itu, beredar pula unggahan di TikTok yang mengeklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi menjadi Rp16.000 per liter. Klaim tersebut juga tidak benar. Purbaya menegaskan pemerintah akan meredam tekanan kenaikan harga minyak dunia melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Baca Juga

  • Patuhi Komdigi, Roblox Tambah Fitur Kontrol Pengguna di Bawah 16 Tahun
  • Polisi Pastikan Foto AI Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Hoax
  • Awas Hoax! OJK Tegaskan Tidak Pernah Rilis Pernyataan soal Pemutihan Utang Pinjol

Namun demikian, kenaikan harga BBM berpotensi terjadi apabila kemampuan APBN dalam menahan tekanan tersebut sudah terbatas. Berdasarkan perhitungan Kementerian Keuangan, defisit APBN berpotensi mencapai 3,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) apabila harga minyak bertahan di level US$92 per barel sepanjang tahun tanpa intervensi pemerintah.

Hoaks lainnya adalah kemunculan akun Facebook yang mengatasnamakan Bupati Barito Timur M. Yamin. Akun tersebut menggunakan nama dan foto profil yang bersangkutan.

Faktanya, akun tersebut palsu. Bupati Barito Timur M. Yamin menegaskan tidak pernah membuat maupun memiliki akun Facebook. Dia mengimbau aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur serta masyarakat untuk lebih waspada terhadap aktivitas di media sosial, khususnya yang mengatasnamakan pejabat daerah.

Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya dan selalu melakukan verifikasi, mengingat maraknya penipuan yang memanfaatkan media sosial.

“Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diharapkan tidak tertipu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang mencoba memanfaatkan nama dan foto Bupati Barito Timur untuk kepentingan tertentu,” tulis Komdigi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komnas HAM Bicara Kondisi Andrie Yunus: Pemulihan Butuh Waktu Dua Tahun
• 11 menit laluliputan6.com
thumb
Elkan Baggott: Ada John Herdman, Timnas Indonesia yang Sekarang Lebih Berkualitas
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Mendagri Pastikan Tak Ada Lagi Pengungsi di Tenda Pascabanjir Sumbar
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Pasar Asemka: Surga Mainan, Tempat Anak-anak Pakai THR Lebaran
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Serangan Rudal Iran Lukai Enam Orang di Israel
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.