Demi menjaga kesehatan tubuh agar tetap prima, mempertahankan berat badan yang seimbang sangat penting untuk dilakukan. Berbagai jenis diet pun dilakukan untuk mencapai target berat badan yang ideal, salah satunya yang mungkin dilakukan beberapa perempuan adalah dengan mengurangi porsi makan.
Di minggu-minggu awal diet, tubuh akan mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Namun, setelah beberapa saat, timbanganmu tak lagi berubah dan berat badanmu tidak lagi menurun. Dikutip dari Mayo Clinic, fase ini disebut sebagai weight loss plateau, Ladies.
Weight loss plateau dideskripsikan sebagai berhentinya penurunan berat badan. Fenomena ini sering dialami oleh orang-orang yang sedang berupaya menurunkan berat badan. Hal ini cukup mengejutkan, mengingat ketika fenomena ini terjadi, tubuh kita masih mengonsumsi porsi makanan yang sama dengan masa awal berdiet.
Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Diana Suganda, Sp.GK, hal ini bisa terjadi karena tubuh kita pintar beradaptasi dengan asupan gizi yang masuk dan energi yang harus dikeluarkan.
“Badan itu kayak ‘mesin’ yang harus mendapatkan ‘bensin’ agar bisa bergerak. Di bulan pertama (mengurangi porsi makan), terjadi defisit kalori. Lalu, memasuki bulan kedua dan ketiga, kok, (berat badan) enggak turun lagi, padahal makannya sudah sedikit?” terang dr. Diana saat ditemui di acara World Obesity Day di Republic Padel, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
“Kamu harus tahu, badan itu sangat pintar. Begitu kamu kasih ‘bensin’ sedikit, tubuh justru akan menghemat bensin yang sedikit itu. Akhirnya, bukannya mesinnya bergerak, mesinnya justru melambat. Jadi bagaimana? Berat badan enggak akan turun dan akan stay segitu,” imbuhnya.
Selain itu, dr. Diana juga menjelaskan, diet yang kurang tepat seperti mengurangi makan secara ekstrem juga bisa menyebabkan pelepasan hormon kortisol atau hormon stres. Saat hormon stres meningkat, lemak-lemak yang ada di dalam tubuh justru berpotensi menumpuk.
Lantas, apa yang harus dilakukan untuk menjaga berat badan tetap seimbang? Diana menegaskan, dalam berdiet, kita tidak harus mengurangi makan secara ekstrem. Yang harus dilakukan adalah makan dengan gizi yang tepat dan seimbang.
“Jadi dalam berdiet, you don’t have to eat less; you have to eat right. Kamu harus makan dengan benar dan makan cukup sesuai. Kita harus bisa membuat ‘mesin’ membakar lebih banyak sehingga ‘bensin’ yang masuk terbakarnya lebih banyak,” tegasnya.
dr. Diana mengatakan, agar lemak dan kalori bisa dibakar lebih optimal, kita harus rajin berolahraga sesuai dengan kondisi fisik masing-masing. Mempraktikkan mindfulness juga penting agar kita selalu merasa cukup dengan apa yang dikonsumsi.





