Iran Siaga Hadapi Skenario Pendudukan Wilayah oleh AS-Israel

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf menyebutkan bahwa Amerika Serikat-Israel tengah merencanakan operasi militer untuk menduduki salah satu pulau milik Iran.

Qalibaf melontarkan tuduhan serius dengan menyebut dengan dukungan dari salah satu negara di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan keras ini disampaikan Qalibaf melalui unggahan di media sosial X pada Rabu waktu setempat. Meski tidak menyebutkan secara spesifik nama pulau maupun negara regional yang dimaksud, Qalibaf menegaskan bahwa intelijen Iran telah mengantongi data terkait rencana tersebut.

"Berdasarkan beberapa data, musuh-musuh Iran, dengan dukungan salah satu negara di kawasan itu, sedang mempersiapkan operasi untuk menduduki salah satu pulau Iran," ujar Qalibaf, dikutip dari Anadolu Kamis, 26 Maret 2026. Ancaman Serangan Balasan Tanpa Batas Qalibaf memastikan bahwa seluruh pergerakan musuh saat ini berada dalam pantauan ketat angkatan bersenjata Republik Islam Iran. Ia pun mengeluarkan peringatan mematikan bagi negara regional yang berani membantu rencana pendudukan tersebut.

Menurutnya, Iran tidak akan ragu untuk menghancurkan seluruh aset vital negara pendukung agresi tersebut jika skenario pendudukan benar-benar dijalankan.

“Jika mereka mengambil langkah apa pun, semua infrastruktur vital negara regional itu akan menjadi sasaran tanpa batasan oleh serangan tanpa henti,” ancam Qalibaf dengan tegas. Eskalasi Konflik Berdarah Sejak Februari Situasi geopolitik di kawasan terus membara sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Hingga kini, agresi tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk sosok tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Teheran secara konsisten melakukan serangan balasan menggunakan rudal dan pesawat tak berawak (drone) yang menargetkan wilayah pendudukan Israel.

Serangan balasan Iran juga menyasar pangkalan militer serta aset AS yang tersebar di Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk. Konflik terbuka ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif, jatuhnya banyak korban jiwa, hingga mengganggu stabilitas pasar global dan jalur penerbangan internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teman Makan Teman: Pura-pura Beli Rokok, Motor Dibawa Kabur
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Anggaran Rp22,6 Miliar Digelontorkan untuk Permukiman Samosir, Pemerintah Targetkan Hunian Layak dan Lingkungan Tertata
• 54 menit lalupantau.com
thumb
Microsleep Jadi Ancaman Serius, Hilangkan Kendali Kendaraan Seketika
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Seni Berhenti Sejenak di Tengah Riuh Digital
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jasa Marga Prediksi 250 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta pada 29 Maret 2026
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.