REPUBLIKA.CO.ID TEL AVIV -- Israel dilaporkan telah menghapus nama Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dari daftar targetnya setelah Pakistan meminta AS untuk tidak menargetkan kedua tokoh Iran itu. Demikian menurut kantor berita Reuters, mengutip sumber dari Islamabad yang mengetahui masalah tersebut.
Araghchi memimpin delegasi Iran dalam pembicaraan nuklir dengan AS dan merupakan salah satu diplomat Iran yang paling berpengalaman. Sementara Ghalibaf dianggap oleh beberapa pihak di Gedung Putih sebagai mitra yang dapat diajak bekerja sama.
Baca Juga
Dua Anak Harimau Benggala Mati di Kebun Binatang Bandung, Ini Penjelasan Dokter
Pemulihan Korban Air Keras Andrie Yunus Butuh Waktu 2 Tahun
Iran Tumbangkan Jet Tempur F-18 AS, Begini Kata Amerika
“Israel memiliki koordinat mereka dan ingin melenyapkan mereka, kami memberi tahu AS bahwa jika mereka juga dieliminasi maka tidak ada lagi yang dapat diajak bicara, oleh karena itu AS meminta Israel untuk mundur,” kata sumber Pakistan tersebut seperti dikutip oleh Reuters.
Wall Street Journal mengutip pejabat Amerika yang mengatakan bahwa kedua pria Iran tersebut dihapus dari daftar target AS dan Israel selama empat atau lima hari ke depan. Ini karena Donald Trump berupaya membuka kembali negosiasi dengan Iran. Laporan tersebut tidak menyebutkan keterlibatan Pakistan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sejumlah pejabat senior Iran telah tewas oleh Israel sejak dimulainya perang saat ini, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan kepala keamanan Ali Larijani.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)