Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mendukung rencana pemerintah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai respons atas konflik Iran–Israel–Amerika Serikat yang berkepanjangan. Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan kebijakan energi yang konsisten sebagai langkah antisipasi jangka panjang.
Menurut Eddy, WFH adalah salah satu “aksi cepat” yang dapat menghemat konsumsi BBM untuk sementara waktu. Namun ke depannya, pembenahan subsidi energi merupakan prioritas penting yang tidak boleh ditunda lagi.
“Lonjakan harga minyak global akan berdampak pada meningkatnya beban subsidi energi dan mempersempit ruang fiskal negara. Karena itu, kita perlu bergegas untuk melakukan pembenahan subsidi energi agar tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” kata Eddy dikutip dari siaran persnya, Kamis, 26 Maret 2026.
“Membenahi subsidi energi adalah jalan untuk memberikan keadilan bagi masyarakat yang paling membutuhkan dan meminimalisir segala potensi subsidi salah sasaran ketika subsidi justru diterima oleh mereka yang mampu,” lanjutnya.
Waketum PAN ini menyampaikan bahwa sejak awal dirinya terus mendorong pembenahan subsidi energi sebagai solusi mengurangi beban APBN. Apalagi, berbagai data menunjukkan mayoritas pengguna pertalite, solar, dan LPG bersubsidi adalah masyarakat kalangan mampu yang tidak berhak.
“Menata kebijakan subsidi energi harus diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Saya sampaikan dalam berbagai kesempatan bahwa ketahanan energi tidak hanya berbicara soal ketersediaan dan keandalan pasokan, tetapi juga tentang efektivitas negara mengelola sumber daya energi secara adil, efisien, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Doktor Ilmu Politik UI ini kembali menegaskan pentingnya pengalihan anggaran subsidi yang tidak tepat sasaran ke sektor yang lebih produktif, termasuk pengembangan energi baru terbarukan. Ia menilai bahwa langkah ini bukan hanya penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal, tetapi juga untuk memastikan Indonesia memiliki fondasi energi yang lebih mandiri di masa depan.
“Subsidi energi harus menjadi instrumen yang tepat sasaran dan sangat bisa dialihkan untuk pengembangan energi terbarukan untuk menjamin keandalan energi nasional ke depannya. Ini sesuai dengan visi Presiden Prabowo untuk wujudkan ketahanan energi,” tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews





