Eddy Soeparno: Krisis Energi Momentum Benahi Subsidi Agar Tepat Sasaran

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mendukung rencana pemerintah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai respons atas konflik Iran–Israel–Amerika Serikat yang berkepanjangan. Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan kebijakan energi yang konsisten sebagai langkah antisipasi jangka panjang.

Menurut Eddy, WFH adalah salah satu “aksi cepat” yang dapat menghemat konsumsi BBM untuk sementara waktu. Namun ke depannya, pembenahan subsidi energi merupakan prioritas penting yang tidak boleh ditunda lagi.

“Lonjakan harga minyak global akan berdampak pada meningkatnya beban subsidi energi dan mempersempit ruang fiskal negara. Karena itu, kita perlu bergegas untuk melakukan pembenahan subsidi energi agar tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” kata Eddy dikutip dari siaran persnya, Kamis, 26 Maret 2026.

“Membenahi subsidi energi adalah jalan untuk memberikan keadilan bagi masyarakat yang paling membutuhkan dan meminimalisir segala potensi subsidi salah sasaran ketika subsidi justru diterima oleh mereka yang mampu,” lanjutnya.

Waketum PAN ini menyampaikan bahwa sejak awal dirinya terus mendorong pembenahan subsidi energi sebagai solusi mengurangi beban APBN. Apalagi, berbagai data menunjukkan mayoritas pengguna pertalite, solar, dan LPG bersubsidi adalah masyarakat kalangan mampu yang tidak berhak.

“Menata kebijakan subsidi energi harus diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Saya sampaikan dalam berbagai kesempatan bahwa ketahanan energi tidak hanya berbicara soal ketersediaan dan keandalan pasokan, tetapi juga tentang efektivitas negara mengelola sumber daya energi secara adil, efisien, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Doktor Ilmu Politik UI ini kembali menegaskan pentingnya pengalihan anggaran subsidi yang tidak tepat sasaran ke sektor yang lebih produktif, termasuk pengembangan energi baru terbarukan. Ia menilai bahwa langkah ini bukan hanya penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal, tetapi juga untuk memastikan Indonesia memiliki fondasi energi yang lebih mandiri di masa depan.

“Subsidi energi harus menjadi instrumen yang tepat sasaran dan sangat bisa dialihkan untuk pengembangan energi terbarukan untuk menjamin keandalan energi nasional ke depannya. Ini sesuai dengan visi Presiden Prabowo untuk wujudkan ketahanan energi,” tuturnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy: Presiden Dadakan ke Bantaran Rel Senen, Sudah Perintahkan Segera Bangunkan Rumah Layak
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
PSBM di Usia 33 Tahun dan Pengaruh Kuat Saudagar Bugis-Makassar
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Lonjakan Arus Balik Lebaran Warnai Aktivitas di Terminal Harjamukti Cirebon
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Ternyata Veda Ega Pratama Jadi Pembalap Tercepat Kedua di Moto3 Brasil 2026, Apa Rahasianya?
• 9 jam laluharianfajar
thumb
2 Minggu Ditertibkan, Masih Ada Parkir Liar di Belakang Plaza Indonesia
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.