Kuala Lumpur (ANTARA) - Fenomena cuaca panas di Malaysia menarik perhatian Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim. Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya, termasuk risiko kesehatan dan kebakaran, seiring kondisi panas yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan tahun.
Kantor Pers Kerajaan Malaysia atau Royal Press Office dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Kamis, menyatakan Raja mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kondisi cuaca panas yang tengah melanda negara tersebut.
Sultan Ibrahim menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan membatasi aktivitas luar ruang yang terpapar panas serta memastikan kecukupan asupan cairan guna mencegah dehidrasi.
Ia juga meminta Kementerian Pendidikan Malaysia memberikan perhatian serius terhadap fenomena ini dan memastikan keselamatan serta kesehatan para pelajar, mengingat cuaca panas diperkirakan berlangsung hingga awal atau pertengahan Juni.
Raja Malaysia juga meminta pihak terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat meningkat akibat kondisi cuaca panas dan kering.
Pada saat yang sama, masyarakat diimbau menghindari pembakaran terbuka karena kondisi panas dan berangin dapat mempercepat penyebaran api. Lansia serta anak-anak dengan penyakit kronis juga disarankan tidak terpapar cuaca panas guna mencegah komplikasi, demikian keterangan RPO.
Sultan Ibrahim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang tetap siaga dalam menghadapi berbagai risiko yang mungkin timbul akibat cuaca panas tersebut.
Baca juga: Beberapa wilayah di Malaysia dilanda fenomena cuaca panas
Baca juga: Sekolah di Malaysia diimbau setop kegiatan luar ruang bila cuaca panas
Kantor Pers Kerajaan Malaysia atau Royal Press Office dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Kamis, menyatakan Raja mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kondisi cuaca panas yang tengah melanda negara tersebut.
Sultan Ibrahim menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan membatasi aktivitas luar ruang yang terpapar panas serta memastikan kecukupan asupan cairan guna mencegah dehidrasi.
Ia juga meminta Kementerian Pendidikan Malaysia memberikan perhatian serius terhadap fenomena ini dan memastikan keselamatan serta kesehatan para pelajar, mengingat cuaca panas diperkirakan berlangsung hingga awal atau pertengahan Juni.
Raja Malaysia juga meminta pihak terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat meningkat akibat kondisi cuaca panas dan kering.
Pada saat yang sama, masyarakat diimbau menghindari pembakaran terbuka karena kondisi panas dan berangin dapat mempercepat penyebaran api. Lansia serta anak-anak dengan penyakit kronis juga disarankan tidak terpapar cuaca panas guna mencegah komplikasi, demikian keterangan RPO.
Sultan Ibrahim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang tetap siaga dalam menghadapi berbagai risiko yang mungkin timbul akibat cuaca panas tersebut.
Baca juga: Beberapa wilayah di Malaysia dilanda fenomena cuaca panas
Baca juga: Sekolah di Malaysia diimbau setop kegiatan luar ruang bila cuaca panas





