JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau Siklon Tropis Narelle di Samudra Hindia barat Australia, berdasarkan laporan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta hingga Kamis (26/3/2026) pukul 19.00 WIB.
BMKG memprakirakan kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Narelle dalam 24 jam ke depan diprediksi menurun.
"Saat ini, Siklon Tropis Narelle terpantau berada di Samudra Hindia barat Australia. Kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Narelle dalam 24 jam ke depan diprakirakan menurun menjadi kategori 3 (kecepatan angin 118-159 km/jam dan dapat menyebabkan kerusakan struktur bangunan) dan bergerak ke arah selatan," kata BMKG melalui unggahan di akun Instagram resmi BMKG, @infobmkg, Kamis.
BMKG menambahkan, informasi tersebut merupakan informasi terakhir dari TCWC Jakarta untuk Siklon Tropis Narelle, dikarenakan sistem tersebut sudah keluar dari Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta.
Menurut BMKG, Siklon Tropis Narelle berkembang dari bibit siklon tropis 96P hingga mencapai intensitas siklon tropis pada 17 Maret 2026 pukul 13.00 WIB.
Kemudian, sistem ini mulai memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 21 Maret 2026 pukul 01.00 WIB.
Baca Juga: BMKG: Hujan Lebat Ancam Cilacap dan Jalur Selatan Jateng 26-28 Maret 2026
Meski diprediksi menurun, BMKG menyatakan, fenomena tersebut bisa menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia dalam 24 Jam ke depan hingga Jumat, 27 Maret 2026 pukul 19.00 WIB.
Berdasar pantauan Siklon Tropis Narelle, BMKG mengimbau agar daerah berikut waspada dengan potensi hujan sedang sampai lebat:
- Banten
- Daerah Khusus Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
- Jawa Timur
Baca Juga: BMKG Ingatkan Suhu Panas 36 Derajat di Medan dan Sekitarnya, Waspadai Dampaknya
Potensi Gelombang TinggiPenulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- siklon tropis
- siklon tropis narelle
- bmkg
- hujan
- gelombang tinggi
- prakiraan gelombang tinggi





