Penyerahan Jabatan Kabais, Pengamat Nilai Jadi Ujian bagi TNI

rctiplus.com
9 jam lalu
Cover Berita
Penyerahan Jabatan Kabais, Pengamat Nilai Jadi Ujian bagi TNINasional | okezone | Kamis, 26 Maret 2026 - 23:42

JAKARTA – Letjen Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Rabu (25/3/2026). Jabatan tersebut diserahkan di tengah mencuatnya dugaan keterlibatan personel Bais TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus.

"Ini merupakan sinyal TNI sedang menghadapi ujian serius. Bukan hanya soal disiplin internal, melainkan menyangkut legitimasi institusional di ruang publik," kata analis politik dan militer Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting, dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Ia menilai, dari perspektif militer, langkah menyerahkan jabatan Kepala Bais TNI langsung kepada Panglima TNI itu, mencerminkan pola klasik dalam manajemen krisis organisasi bersenjata, yakni sentralisasi kendali untuk stabilisasi cepat. 

Baca Juga:Anggaran MBG Dianggap Menggerus Dana Pendidikan, Ini Kata Misbakhun

Menurutnya, dalam struktur militer, terutama pada satuan strategis seperti Bais TNI, setiap pelanggaran oleh personel tidak pernah dianggap berdiri sendiri. Peristiwa ini akan dibaca sebagai potensi gangguan terhadap rantai komando, kohesi satuan, dan bahkan keamanan informasi. 

Langkah ini sekaligus dibaca sebagai upaya "sterilisasi organisasi", membersihkan potensi residu konflik di dalam tubuh Bais TNI agar fungsi intelijen strategis tetap berjalan tanpa gangguan. Ia menilai, kasus ini pada akhirnya akan bermuara pada satu titik krusial yakni peradilan militer. Di sinilah TNI benar-benar diuji. Publik akan menilai apakah proses hukum berjalan transparan. 

"Apakah pelaku dihukum setimpal? Apakah ada keberanian untuk mengungkap keterlibatan pihak yang lebih tinggi jika memang ada?," katanya. "Jika kasus ini ditangani secara terbuka dan tegas, TNI justru memiliki peluang untuk menunjukkan bahwa sistem hukumnya mampu bekerja lebih keras dan lebih disiplin dibandingkan sistem sipil," tuturnya. Sebelumnya, TNI melakukan penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS), Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo. Langkah ini dilakukan buntut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Baca Juga:KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang dalam Penerbitan Sertifikat K3 di Kemnaker

Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Aulia Dwi Nasrullah saat ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).

"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," ujar Aulia.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Core Ingatkan Ekspor CPO Berisiko Tertekan Konflik Timur Tengah
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Harga CPO Rebound, Didukung Minyak Kedelai Chicago dan Data Ekspor
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Menurunnya Kualitas Generasi Muda: Cermin Kegagalan Kita Bersama
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Klinik Gigi di Tebet Dibobol, 1 Pelaku Ditangkap saat Kembali Buat Ambil Barang
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Mendagri–Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Humbahas, Target Perbaikan Rumah di Sumut Naik Drastis
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.