Ngaku Ditawari Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Apa Maksud Pidato Trump?

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Sebuah video berisi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim bahwa dirinya ditawari untuk menjadi pemimpin tertinggi Iran -- namun dia menolaknya, viral di media sosial setelah dibagikan oleh banyak orang.

Dalam narasi video yang viral, menyebutkan bahwa Trump dalam pidatonya di acara penggalangan dana Partai Republik di Washington, Rabu, 25 Maret 2026,  mengklaim bahwa rakyat Iran ingin menjadikannya pemimpin tertinggi mereka, namun ia menegaskan tidak tertarik mengambil posisi tersebut.

Baca Juga :
12 Cara Korea Selatan Atasi Krisis Energi, Warga Diminta Kurangi Durasi Mandi hingga Pakai Transportasi Umum
Harga Naik Akibat Perang Lawan Iran, Warga AS Mulai Kurangi Makan

"Kami mendengar mereka dengan sangat jelas. Mereka berkata, 'Saya tidak menginginkannya. Kami ingin menjadikan Anda pemimpin tertinggi berikutnya. Tidak, terima kasih. Saya tidak menginginkannya.'"  kata Trump pada makan malam penggalangan dana tahunan Komite Kongres Republik Nasional (NRCC).

Melansir Deccan Herald, Kamis, 26 Maret 2026, setelah meninjau transkrip seluruh pidato Trump yang tersedia di C-Span dan dalam pidatonya pada menit ke-10 dalam video tersebut, Presiden Trump membuat pernyataan ini sambil mengatakan bahwa: 

"Mereka (Red. Iran) sedang bernegosiasi, omong-omong. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan, tetapi mereka takut untuk mengatakannya karena mereka mengira akan dibunuh oleh rakyat mereka sendiri. Mereka juga takut akan dibunuh oleh kita. Tidak pernah ada kepala negara yang menginginkan pekerjaan itu kurang dari menjadi kepala negara Iran."

Ia melanjutkan dengan menambahkan, "Saya tidak menginginkannya. Kami mendengarkan beberapa hal yang mereka katakan, kami mendengarnya dengan sangat jelas. Mereka mengatakan saya tidak menginginkannya. Kami ingin Anda menjadi pemimpin tertinggi berikutnya. Tidak, terima kasih, saya tidak menginginkannya." kata Trump  

Pernyataan Trump menunjukkan bahwa ia merujuk pada reaksi individu di Iran yang ditawari posisi pemimpin tertinggi tetapi memilih untuk menolaknya, dengan alasan takut dibunuh oleh rakyat mereka sendiri atau oleh AS. 

Transkrip pidatonya seperti yang terlihat di situs web C-Span juga tidak menyebutkan Trump mengatakan bahwa ia ditawari posisi pemimpin tertinggi.

Trump, saat menyampaikan pidato di acara tersebut, juga mengatakan bahwa pemerintahan AS sebelumnya telah menghindari tindakan tegas selama "47 tahun".

"Ketika saya melakukan sesuatu yang selama 47 tahun seharusnya dilakukan oleh Presiden-Presiden lainnya, dan Anda mendengar banyak dari mereka mengatakan mereka berharap telah melakukannya, tetapi mereka tidak memiliki keberanian untuk melakukannya. Kami tidak punya pilihan, tetapi saya pikir akan jauh lebih buruk," katanya.

Baca Juga :
Iran Siapkan Aturan Pungutan Kapal di Selat Hormuz, Sumber Baru Pendapatan Negara
Iran Ingin Kenakan Biaya Kapal yang Melintas di Selat Hormuz
Menkeu Purbaya Nilai RI Masih Aman dari Darurat Energi: Sekarang Masih Ada Suplai

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anies dan SBY-AHY Bersilaturahmi, Cinta Lama Bersemi Kembali Jelang 2029?
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Mendagri-Menteri PKP Tinjau BSPS di Sumut, Target 19.668 Rumah Diperbaiki
• 23 jam laludetik.com
thumb
Susah Cari Kerja, Anak Dokter Tak Ikut Ortu Pilih Jadi Tukang Ledeng
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kunjungan PM Malaysia di Jakarta Sore Ini, Polisi Rekayasa Lalu Lintas Situasional
• 8 jam laludisway.id
thumb
DPRD Jatim Harap Kebijakan WFH Hari Rabu, Tak Ganggu Pelayanan Publik
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.