JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian mengatakan, pemerintah berupaya mempercepat pembangunan hunian tetap masyarakat terdampak yang rumahnya rusak berat.
Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara.
"Ini memang sudah tahapnya, tahap huntara sudah hampir selesai. Jadi, sudah mulai masuk ke tahap sudah digenjot percepatan huntap semua," kata Tito, dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Tito mengungkapkan, pembangunan hunian tetap memiliki dua skema, yakni in-situ atau di tempat dan pembangunan skema komunal.
Baca juga: Mendagri Tito: 38 dari 52 Daerah Terdampak Bencana Sumatera Sudah Normal
Pada skema in-situ, masyarakat dapat membangun rumah secara mandiri di lokasi aman dengan dukungan dana sebesar Rp 60 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang akan dicairkan dalam dua tahap.
Selain membangun mandiri, masyarakat juga dapat menyerahkan langsung pembangunan tersebut kepada BNPB.
“Di Aceh, saya diskusi dengan Kepala BNPB kemarin, hampir kira-kira 15.000 dari 26.000 itu adalah yang in-situ. Baik yang BNPB bangun atau yang bangun sendiri, dengan diberikan uang oleh BNPB,” tutur Tito.
Baca juga: Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera
Sementara skema komunal, pembangunan huntap dilakukan dalam sebuah kompleks dan lahannya disediakan oleh pemerintah daerah.
Proses pembangunan untuk skema ini akan dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) bergotong royong dengan kementerian dan lembaga lain.
Pembangunan huntap di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, merupakan salah satu contoh skema komunal dengan dukungan dari non-pemerintah yaitu Yayasan Buddha Tzu Chi.
Baca juga: Pembangunan Huntap Korban Banjir Sumatera: Dapat Dana Rp 60 Juta atau Dibangunkan Pemerintah
Tito menyebutkan, Yayasan Buddha Tzu Chi membangun total 2.603 unit huntap yang tersebar di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar).
Rincian jumlahnya yakni Aceh sebanyak 1.000 unit, Sumut 1.103 unit, serta Sumbar sebanyak 500 unit.
Sementara itu, khusus untuk Kabupaten Tapanuli Utara, yayasan tersebut akan membangun 103 unit huntap.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




