Kementerian P2MI dorong penempatan PMI sektor digital

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mendorong peningkatan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor digital lewat kolaborasi dunia pendidikan, salah satunya Universitas Bina Nusantara (Binus).

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan minat lulusan Universitas Binus untuk bekerja di luar negeri cukup tinggi, utamanya di sektor digital.

"Minat lulusan Binus bekerja di luar negeri cukup tinggi, khususnya di sektor digital. Namun, mereka masih menghadapi kendala dalam mengakses informasi dan jalur penempatan yang tepat," kata Christina usai menerima kunjungan akademisi Universitas Binus di Kementerian P2MI Jakarta, Kamis (26/3).

Dia menambahkan Universitas Binus memiliki potensi besar dalam mencetak talenta digital, mulai dari bidang teknologi informasi, ilmu komputer, hingga sistem informasi, dengan jumlah alumni mencapai lebih dari 120.000 orang.

Baca juga: Menteri P2MI sampaikan pesan komitmen perkuat pelayanan pekerja migran

Christina menilai bahwa potensi tenaga kerja Indonesia di sektor digital sebenarnya sangat besar. Namun, penempatan pekerja migran di sektor itu masih sangat terbatas.

"Selama ini jumlah lowongan di sektor digital masih sedikit. Namun ini bukan karena tidak ada kebutuhan, melainkan karena belum adanya keyakinan dari agensi penempatan bahwa Indonesia mampu menyuplai tenaga kerja digital yang siap kerja," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Christina, Kementerian P2MI mulai fokus mengembangkan sektor digital sebagai salah satu peluang strategis penempatan PMI.

Menurut dia, hal itu mencakup pemetaan potensi kebutuhan tenaga kerja global, penguatan kompetensi calon pekerja migran, serta peningkatan kualitas suplai tenaga kerja digital dari dalam negeri.

Baca juga: Kementerian P2MI siapkan layanan mudik Lebaran untuk pekerja migran

"Kami ingin memastikan Indonesia mampu menghadirkan talenta digital yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pasar global," katanya.

Dikatakan pula bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat untuk mendorong peningkatan PMI di sektor digital dengan mengutamakan aspek perlindungan.

"Kami menyambut baik masukan dari akademisi Universitas Binus sebagai bagian dari upaya memformulasikan kebijakan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja global," ujar Christina.

Baca juga: Wamen P2MI apresiasi evakuasi WNI, pekerja migran dari Iran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[Foto] ASN Jakarta Kembali Bekerja Setelah Libur Lebaran
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jalan Kayu Mas Utara Pulogadung Amblas, Akses Kendaraan Ditutup
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Kapolda Riau Cek Karhutla di Dumai, Tegaskan Penegakan Hukum hingga Pencegahan
• 19 jam laludetik.com
thumb
Taksi Online Nyemplung ke Kali saat Putar Balik di Pademangan Jakut
• 8 jam laludetik.com
thumb
Truk Logistik Wajib Patuhi Pembatasan Operasional saat Arus Balik
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.