Penyanyi Anji mengungkap kronologi detik-detik kepergian sang ibunda, Siti Sundari. Ia menegaskan, ibunya bukan meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit, melainkan sudah berpulang saat berada di rumah.
“Jadi ceritanya sebenarnya Mama bukannya masuk IGD karena sakit lalu meninggal, bukan. Tapi kita bawa ke IGD karena sepertinya sudah tidak ada di rumah,” ujar Anji di TPU Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi, Jumat (27/3).
Anji menjelaskan, sang ibu memang memiliki riwayat penyakit jantung dan ginjal yang masih dalam pengobatan. Namun, kondisinya sempat terlihat membaik, terutama saat Ramadan hingga Lebaran.
Menurutnya, ibunda tampak sehat dan bahkan menikmati momen berkumpul bersama keluarga besar.
“Mama terlihat sehat karena beliau ketemu sama kakaknya, adik-adiknya. Dan Mama saat itu gembira aja pokoknya, nggak ada keluhan,” jelasnya.
Mantan vokalis Drive itu juga menjelaskan bahwa sang ibunda tidak menunjukkan keluhan berarti hingga sehari sebelum kejadian.
Sehari sebelum berpulang, ibunda Anji masih sempat beraktivitas seperti biasa. Ia bertemu kerabat, bercengkerama, hingga tertawa bersama keluarga. Bahkan, malam harinya masih berkomunikasi dengan anggota keluarga lainnya.
Anji menyebut, komunikasi terakhir terjadi saat sang ibu berpamitan untuk beristirahat melalui pesan WhatsApp.
“Kemarin juga nggak ada keluhan, orang pamitnya sama saya juga cuma mau tidur gitu… iya di WhatsApp,” jelasnya.
Namun, keesokan paginya sekitar pukul 07.20 WIB, Anji mendapat kabar bahwa ibunya tidak kunjung bangun. Ia pun langsung bergegas menuju rumah karena jaraknya yang tidak jauh.
“Saya langsung lari. Tepuk-tepuk, ‘Mah, Mah, bangun Mah,’” tuturnya.
Anji mengaku sempat merasakan denyut jantung sang ibu yang lemah sebelum akhirnya menghilang. Momen itu menjadi saat terakhir ia mendampingi ibundanya.
“Masih sempat ngerasain ada denyut jantungnya lemah, tapi setelah itu hilang,” ucapnya.
Meski kehilangan, pelantun “Dia” itu mengaku telah berusaha mengikhlaskan kepergian sang ibu. Ia merasa bersyukur karena sempat diberi waktu untuk merawat ibundanya dalam beberapa bulan terakhir.
“Banyak yang bilang saya tegar, tapi sebenarnya karena saya sudah ikhlas. Saya merasa dikasih kesempatan buat ngerawat Mama,” ujarnya.
Anji juga menilai kepergian sang ibu sebagai momen yang baik. Ia menyebut ibundanya berpulang dalam keadaan tenang dan di waktu yang istimewa.
“Ini malam Jumat, hari baik. Saya sedih tapi ikhlas,” pungkasnya.





