Bisnis.com, CIREBON — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengantisipasi potensi lonjakan penumpang pada gelombang kedua arus balik Lebaran yang diperkirakan terjadi pada Sabtu (28/3/2026) hingga Senin (30/3/2026).
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi kepadatan penumpang pada periode tersebut.
Menurutnya, pola pergerakan arus balik tahun ini menunjukkan adanya kecenderungan dua gelombang, tidak hanya terpusat pada satu puncak.
“Gelombang kedua arus balik diperkirakan terjadi menjelang masuk sekolah. Kami melihat masih ada potensi peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan,” ujarnya di Cirebon, Jumat (27/3/2026).
Sebelumnya, KAI mencatat puncak kedatangan penumpang di wilayah Daop 3 Cirebon terjadi pada 19 Maret 2026 dengan jumlah 11.395 pelanggan. Sementara itu, puncak arus balik atau keberangkatan penumpang tercatat pada 22 Maret 2026 yang mencapai 13.748 orang.
Data tersebut menjadi dasar bagi KAI untuk memperkirakan masih adanya pergerakan lanjutan pada akhir periode libur Lebaran. Terlebih, tidak semua pemudik langsung kembali bekerja setelah puncak arus balik pertama, sehingga sebagian memilih kembali mendekati hari aktif sekolah dan kerja.
Baca Juga
- Okupansi KAI Daop 4 Semarang Tumbuh 15% Sepanjang Lebaran
- Arus Balik Malang Raya Tinggi, KAI Sebut Ribuan Tiket Masih Tersedia
- Arus Balik H+5 Lebaran, Penumpang Kereta di Stasiun KAI Daop 8 Tercatat 48.816 Orang
Selama 16 hari masa angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 3 Cirebon telah melayani total 273.002 penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 122.555 penumpang berangkat dari stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon, sedangkan 150.447 lainnya merupakan penumpang yang datang atau turun di wilayah tersebut.
Untuk mendukung kelancaran operasional, KAI mengoperasikan 2.539 perjalanan kereta api selama periode angkutan Lebaran. Seluruh perjalanan tersebut dilaporkan berjalan dalam kondisi aman dan terkendali.
Muhibbuddin menegaskan, pihaknya terus menjaga kualitas layanan, termasuk memastikan ketepatan waktu perjalanan kereta. Selama masa angkutan Lebaran tahun ini, tingkat ketepatan waktu tercatat mencapai 100% baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Selain itu, operasional kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon juga berlangsung tanpa insiden, atau zero accident, selama periode tersebut. Capaian ini dinilai sebagai hasil dari peningkatan pengawasan serta kesiapan petugas di lapangan.
“Kami berupaya memberikan layanan terbaik agar perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan tepat waktu, terutama pada masa arus balik yang padat,” katanya.
KAI juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada periode gelombang kedua arus balik untuk merencanakan perjalanan lebih awal, termasuk memesan tiket sejak dini guna menghindari kehabisan.
Selain itu, calon penumpang diharapkan datang lebih awal ke stasiun dan mengikuti ketentuan perjalanan yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran proses keberangkatan serta menghindari penumpukan di area stasiun.





