Penumpukan kendaraan di depan pintu masuk rest area menjadi pemicu utama kepadatan arus balik di Tol Trans Jawa pada Jumat malam, 27 Maret 2026. Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kepadatan paling krusial terjadi di ruas yang mendekati KM 229, KM 208, dan KM 164, di mana antrean kendaraan yang ingin beristirahat mulai meluap hingga ke bahu jalan tol.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa volume kendaraan yang melintas pada arus balik kali ini sangat luar biasa. Hingga Jumat pagi, kepadatan di titik pertemuan arus seperti KM 66 telah menunjukkan angka yang mengkhawatirkan bagi kelancaran lalu lintas secara keseluruhan.
"Atas kondisi inilah kemudian, dengan parameter yang sudah ditentukan, maka kami menghimbau kepada masyarakat juga mempersiapkan. Karena sebelum 229, juga ada 360, 380, atau setelahnya di 130 bisa digunakan," ujar Rivan A. Purwantono.
Rivan menjelaskan bahwa pemilihan tempat istirahat yang tepat menjadi kunci agar pemudik tidak terjebak dalam antrean panjang di lokasi-lokasi favorit yang sudah melebihi kapasitas. Pengendara disarankan untuk melakukan strategi "lompat" rest area guna menjaga ritme perjalanan tetap lancar. Selain imbauan tersebut, pihak pengelola jalan tol juga telah menyiapkan skema darurat untuk beberapa titik tertentu yang bersifat situasional.
"Rest area 62B maupun 52B pasti akan kami nyatakan opsional untuk di buka tutup. Karena kepadatan sampai dengan tadi pagi di kilometer 66 sudah mencapai sejumlah akumulasi 1 juta kendaraan, atau 45 persen dari seluruh pergerakan kendaraan," tambah Rivan.
Dengan volume kendaraan yang mencapai hampir separuh dari total pergerakan mudik nasional di satu titik, Jasa Marga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memantau efektivitas sistem buka-tutup tersebut. Pemudik diharapkan tetap waspada dan tidak memaksakan diri berhenti di bahu jalan jika rest area dalam kondisi penuh, karena hal tersebut dapat membahayakan keselamatan serta memperparah kemacetan di jalur utama.




