REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dilaporkan memarahi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lewat sambungan telepon belakangan. Vance disebut jengkel karena Netanyahu berbohong soal mudahnya menggulingkan rezim Iran.
Media AS Axios melaporkan pada Jumat, Vance menyalahkan Netanyahu mengenai seberapa besar kemungkinan perubahan rezim akan terjadi,.
Baca Juga
Trump Bohong Lagi, Ternyata Rudal Iran Masih Banyak
AS dan Israel Dilaporkan Berselisih Soal Rencana Akhiri Perang dengan Iran
AS Paksa Iran Akui Kekalahan Perang
"Sebelum perang, Bibi (Netanyahu) benar-benar menganggap hal ini mudah bagi presiden, dan menjanjikan perubahan rezim jauh lebih mungkin terjadi. Wakil Presiden sangat memahami muluk-muluknya pernyataan tersebut," kata seorang pejabat AS kepada Axios
Menyusul seruan tersebut, seorang pejabat AS mengklaim bahwa Israel mencoba menyerang Vance, yang telah mengambil peran utama dalam merundingkan gencatan senjata dengan Republik Islam.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Vance, yang sejak lama merupakan penentang perang luar negeri tanpa akhir AS, bergabung dalam pembicaraan tersebut bersama negosiator AS Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Wanita Iran berjalan di dekat poster mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamnei saat menghadiri pemakaman korban serangan Israel dan AS, di pemakaman Behesht Zahra di selatan Teheran, Iran, 26 Maret 2026. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)
Pejabat AS menuduh Israel berada di balik laporan bahwa Iran ingin bernegosiasi dengan Vance, dan menganggapnya lebih setuju untuk mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
“Ini adalah operasi Israel terhadap JD,” kata pejabat AS tersebut kepada Axios. Media tersebut mengutip pejabat lain yang mengatakan Vance kemungkinan besar akan mencapai kesepakatan dengan Iran.
"Jika Iran tidak bisa mencapai kesepakatan dengan Vance, mereka tidak akan mendapatkan kesepakatan. Dialah yang terbaik yang bisa mereka dapatkan," kata seorang pejabat senior AS kepada Axios.
Sehari setelah percakapan telepon Vance dengan Netanyahu, outlet berita sayap kanan Israel milik donor Partai Republik Miriam Adelson melaporkan bahwa Wapres AS telah meneriaki Netanyahu atas kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.